Oman,  Tips

Mudahnya Bikin Visa Transit di Oman untuk Warga Indonesia

Transit yang memakan waktu lama tentu bakal jadi hal yang menyebalkan. Apalagi kalau bandaranya kurang seru untuk dijelajahi. Ini sepenggal cerita membuat Visa Oman.

Seringkali kita menghadapi kenyataan kalau pergi ke luar negeri itu ribet, menguras uang, dan bingung harus seperti apa sih langkah-langkahnya. Akhirnya, kita memilih negara yang terdekat saja supaya enggak membutuhkan visa.  Alasannya biar  tidak sibuk mencari tahu cara mendaftar visa ke negara-negara yang mengharuskan warga Indonesia memilikinya.

Lagi-lagi, Malaysia dan Singapura jadi andalan pelancong negeri +62. Enggak apa-apa sih, tapi kalau punya impian melancong ke negara yang jauh dari ASEAN, kenapa enggak?

Kenyataannya, banyak negara yang mudah untuk dikunjungi di luar dari negara ASEAN. Meskipun membutuhkan visa, ada lho negara yang dengan mudah mengeluarkan visa, khususnya bagi warga Indonesia. Pasalnya, kita sering mendengar kalau membuat visa itu cukup sulit.

Misalnya, ada negara yang mewajibkan pemohon ke kedutaan, melakukan sesi wawancara, atau melampirkan bukti rekening koran. Rasanya langsung males deh!

Eits, tapi beda sama negara satu ini. Negara yang termasuk dalam “The Middle East” ini lokasinya memang cukup jauh dari Indonesia. Apalagi kalau kamu yang suka mengikuti instagram @retnohening, pasti sudah tidak asing dengan Negara Oman.

Ya! Negara Oman ini ternyata cukup mudah lho untuk dikunjungi. Apalagi buat warga Indonesia yang punya hak lebih untuk melancong ke sini. Sebelumnya, mereka memberikan layanan Visa on Arrival alias membuat visa di tempat tujuan. Namun, kali ini semua pembuatan visa melalui daring.

Oh ya, tulisan ini tentang bagaimana cara membuat visa transit atau cuma sebentaran aja di Oman ya. Bukan visa untuk liburan seminggu. Soalnya, tipe-tipe visa ke Oman ini berbeda-beda. Harganya pun beda juga.

Kebetulan, pertengahan 2019 kemarin aku berangkat ke Turki menggunakan maskapai Oman Air. Lantas, aku pun harus transit 19 jam di Bandara Muscat, Oman untuk menunggu keberangkatan selanjutnya. Makanya, daripada pusing di dalem bandara, aku dan teman-teman membuat visa Oman daring alias online~

Sultan Qaboos Muscat
Sultan Qaboos
Turkey
Sesaat setelah apply visa Oman di taksi menuju terminal bus ke Istanbul

How to Apply

Pertama, siapkan salinan paspor yang sudah di-scan dan foto close up. Lalu, kunjungi situs https://evisa.rop.gov.om/en/home.

Kedua, baca terlebih dulu tipe-tipe visa yang mereka keluarkan. Tentunya kamu  yang berencana untuk liburan singkat bisa memilih tipe visa kunjunga untuk seminggu, visa transit untuk beberapa jam, atau visa lainnya seperti tinggal, belajar, dan lain-lain.

Setelah mengisi data diri dan mengunggah salinan paspor serta foto close up, tunggu sampai laman situs mengarahkan kamu untuk membayar visa. Pembayaran ini bisa menggunakan kartu VISA, Mastercard, dan lain-lain.

Waktu itu aku menggunakan kartu Jenius. Setelah memasukkan nomor kartu dan kode CVV, masukkan kode OTP yang datang lewat sms di hp. Setelah dimasukkan kode OTP nya, maka terpotonglah saldo.

Aku agak lupa berapa biaya tepatnya. Pastinya setiap orang kalau dihitung dalam rupiah tidak mencapai Rp 200,000 an. Sekitar Rp 170rb an per orang untuk visa transit dengan jatah sekitar 36 jam atau dua hari ya?HAHAHAH lupaaa guys~

Soalnya, kalau kamu mau beneran berkunjung ke Oman lebih lama, kamu harus apply visa semingguan gitu. Visanya lumayan lebih mahal harganya sekitar Rp 700-800rb an saat itu tahun 2019. Entah sekarang berapa yaa karena mengikuti kurs saat ini kaan.

Tak lama, datanglah email muncul. Terdapat e-visa berbentuk PDF di email!!!! Enggak lama dong dari pembayaran sampai mendapatkan visa elektronik ini. Paling 5 menit langsung tring!!!! Ada di email kita masing-masing.

Trip  to Oman
Sultan Qaboos
Grand Mosque

Kalau kamu nanti di imigrasi tinggal tunjukkan saja e-Visa mu dari hp juga nggak apa-apa. Seneng deh! Bahkan, ada hal lucu saat saya di Imigrasi.

Petugas Imigrasi (PI) x Fathia (F)

PI : Whoaa from Indonesia. Where will you go in Oman?

F : Sultan Qaboos, Market

PI : i went to Indonesia 2 years ago

F : Sure? Where? Jakarta?

PI : Hmm there’s a lot of trees, mountain, cold, i forgot

F : Hah?

PI : Ahaaa, i went to Bonjak!!!!

F : Bonjak? There’s no Bonjak in Indonesia.

PI : Bonjak!! Yes Bonjak! There’s a trees mountain.

F : mikir keras * Oh Puncak!!!!

PI : yes Bonjak!

F : (((((heeeuuuu , okee)

Setelah itu saya sudah ditunggu oleh teman-teman saya karena saya terlalu lama di loket imigrasi ahahhaah.

Selamat Menjelajah Lebih Jauh~

BACA Sekalian : My First Abroad Trip : 10 Hari ke Singapura-Malaysia

2 Comments

  • CREAMENO

    Negara-negara timur tengah ini menurut saya termasuk mudah dalam pengurusan visanya, jadi sangat nyaman untuk dikunjungi ketika ingin berlibur ke sana 😀 especially karena banyak yang sudah menggunakan sistem online juga.

    By the way, petugas imigrasinya lucu, kalau saya mungkin nggak akan sadar maksud si petugas itu puncak :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *