Jawa Tengah

Pergi ke Pasar Papringan, Nginep di Omah Yudhi Temanggung

Setahun lamanya aku terus mantengin foto-foto Omah Yudhi dan Spedagi Movement di Instagram. Setiap mereka posting foto, aku pasti ngiler. Duh kapan ya aku bisa ke sana. Pasalnya, setiap bulan mereka pasti menggelar Pasar Papringan yang menjadi pusat wisata dan ekonomi desa. Jelas, instagram penuh dengan unggahan insta story di Spedagi Homestay, Spedagi Movement, dan Pasar Papringan.

Apa sih Spedagi, Pasar Papringan, dan Omah Yudhi itu?

Spedagi itu sebuah gerakan yang diinisiasi oleh Pak Singgih Kartono. Beliau yang mendesain Pasar Papringan dan segala halnya yang berbasis CBT kalau aku lihat. CBT itu singkatan dari Community Based Tourism. Artinya, Pak Singgih membuat sebuah wisata yang melibatkan warga desa.

Bekerjasama dengan komunitas dan warga setempat, Spedagi Movement ini membuat Pasar Papringan. Lokasinya berada di Dusun Ngadiprono, Temanggung. Pasar tersebut dibuat di sebuah hutan bambu yang dulu sempat menjadi tempat pembuatan sampah! Keren banget enggak sih?

How to Get There

Setelah berhasil menabung, akhirnya aku, Dini, dan Hilda pergi ke Temanggung tanggal 21 Februari 2020. Kami menggunakan kereta ekonomi dari Kiaracondong menuju Lempuyangan. Kereta kami berangkat pukul 23.15. Estimasi kedatangan pukul 07.00 WIB.

Seperti yang kalian tahu bahwa suasana stasiun saat itu sangaaaaatttttt penuh. Entah kenapa, pokoknya sampai antre! Ya sudahlah~ Akhirnya kami pun bisa masuk dan menunggu kereta kami datang.

Kereta Ekonomi menuju Yogyakarta ini tentunya tidak seindah eksekutif. (ya iyhaa!). Namanya juga murah, ada harga ada fasilitas. Tentunya kami berhadap-hadapan dengan orang lain dengan kursi yang tegak. Makanya, jangan lupa bawa bantal leher ya.

Di perjalanan kami tertidur pulas. Semua orang pun begitu haha. Kereta pun sesak dengan barang dan manusia. Alhamdulillah, meski tidak nyaman, tapi kami bisa sampai Lempuyangan!

Harga tiket kereta KAC-Lempuyangan : Rp 80,000 per orang

Setelah sampai, kami pun langsung naik GrabCar ke Travel Rama Sakti menuju Temanggung. Sebelumnya, kami sudah memesan tiket travel lewat traveloka dengan waktu keberangkatan pukul 12.00 WIB. Jadi, setelah kamu pesan tiket Yogyakarta-Temanggung, kamu konfirmasi langsung di loket travel Rama Sakti ya!

Travel ini nyaman lho. Ruang tunggunya ber-AC, ada kantinnya, dan toilet. Mobilnya juga cukup besar. Oh ya, Harga tiket Yogyakarta-Temanggung Rp 60,000 per orang.

Setelah sampai di pool Rama Sakti Temanggung, kami berjalan kaki ke Pasar terdekat untuk menggunakan angkot merah menuju Pasar Kandangan. Tarif angkotnya Rp 4000- 5000 per orang saja dari pasar dekat pool (maaf, lupa nama pasarnya) sampai Pasar Kandangan.

Angkot beroperasi sampai pukul 17.00 wib saja.

Lokasi penginapan kami tepat bersebrangan dengan Pasar Kandangan. Sehingga mudah sekali untuk menemukannya. Bahkan, para penumpang angkot pun memberitahu di mana Omah Yudhi, tempat menginap kami.

Omah Yudhi ini memang sudah satu kesatuan dengan Spedagi. Kalau kalian mau cek di instagram, akunya Spedagi Homestay. Di situ terdapat foto-foto Omah Yudhi dan Omah Tani yang disewakan sebagai penginapan, baik ketika ada gelaran Pasar Papringan maupun tidak.

Omah Yudhi ini punya ciri khas gapura daun. Kamu tinggal masuk saja ke sana dan langsung terlihat sawah, rumah panggung, mata air, dan semuanya yang ada di Instagram hahahahah. Seneng bgt!!!!

Kami disambut oleh bapak-bapak yang sedari tadi sibuk bebersih. Beliau menanyakan kami tidur di Omah mana. Saya bilang, saya tidur di Omah yang kapasitasnya ber-7.

Jadi, di Omah Yudhi ini ada 5 rumah yang bisa digunakan. Kalau rumah yang saya tempati ini sifatnya sharing atau bersama orang lain. Kapasitasnya untuk 8 orang. Ya, kalau kamu pergi ber-8 juga bisa langsung sewa rumah ini sih hehe. Karena kebetulan aja aku bertiga, jadi disatukan sama orang lain yang ke Omah Yudhi juga.

Sebulan sebelumnya aku memesan penginapan untuk 3 orang melalui nomor yang tertera di Instagram Pasar Papringan atau Spedagi Homestay. Kemudian, jangan ragu untuk Whatsapp nomor tersebut. Beri kabar mau hari apa datangnya dan berapa orang. Nanti, kamu bisa konsultasi rumah mana yang cocok untuk menginap.

Harga penginapan Rp 200,000 per orang. Fasilitasnya makan malam, 12 koin pring untuk jajan di Pasar Papringan, toilet dengan pemanas air. Suasananya adem banget~ Di pinggirnya sawah-sawah, dedaunan, pepohonan, mata air, dan ikan di kali. Kalau sehari doang sih enggak cukup kayaknya. Aku sarankan minimal 2 hari kalau mau nginep di sini hehehehehe.

Menuju Pasar Papringan

Saat makan malam, kami dibagikan koin pring oleh Kak Meida, pengurus homestay. Beliau juga menanyakan kami bakal ke Pasar naik apa. Karena Kak Meida ini bisa membantu memesankan ojek atau angkot.

Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa angkot. Kapasitas angkot ini 10 orang lho. Tapi kami cuman berempat hahaha jadi patungannya lebih mahal. Harga sewa angkot Rp 200,000 pulang pergi. Aku patungan Rp 50,000 ewang deh.

Kalau naik ojek, Rp 40,000 pulang pergi. Karena selisihnya cuman ceban aja, kami naik angkot aja deh. Biar gak keujanan juga kalau kalau hujan kan.. Tapi kalau kalian banyakan sih lebih baik naik angkot aja. Kalau keisi sama 10 orang kan mayan cuman Rp 20,000 aja patungannya!

Jarak Omah Yudhi ke Pasar Papringan ini sekitar 7km an ya temen-temen.

Pulang ke Yogyakarta

Setelah beberes diri dari Papringan, kami pun check out pukul 12.00 WIB. Tapi bapaknya baik hahaha jadi kami sampai jam 14.00 di sana. Diem, salat, foto-foto. Soalnya travel ke Yogyakarta pukul 17.00 WIB.

Kami pergi menuju travel Rahayu Persada menggunakan angkot merah (seperti pertama kali ke Omah Yudhi). Kemudian kami diturunkan di travel Rahayu Persada dekat dengan RSUD Temanggung. Kami pun sudah memesan tiket Temanggung -Yogyakarta lewat Traveloka.

Ternyata, kalau kalian memesan tiket langsung juga bisa lho. Bisa lewat telpon atau langsung ke loket. Soalnya salah satu teman kami yang sekamar di Omah Yudhi pun langsung pesan lewat telpon. Syukurnya bisa mendapatkan pukul 13.00 WIB.

Alhamdulillah kami pun pergi memakai mobil Rahayu Persada. Harganya memang lebih murah dari travel sebelumnya. Mobilnya pun tentu lebih bagus yang sebelumnya ya hahaha. Harga tiket travel menggunakan Rahayu Persada ini Rp 55,000 per orang.

Sekian~ Selamat menjelajah lebih jauh!

papringan
xoxo.

BACA JUGA : Nyobain Es Kopi Susu Mak Santi di Noka Coffee

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *