Thailand

Trip ke Bangkok, Apa, dan Bagaimana

Hampir setiap posting soal traveling ke suatu tempat pasti ditagih tulisan versi panjang.

“Ditunggu blognya dong~”

“Fath blognya yaa!”

Sayangnya, beberapa bulan kemarin blog aku lagi under maintenance. Habis pindah sana sini jadi agak ribet deh 🙁 Mau nangis karena postingan yang lalu belum pulih kembali. Tapi untuk melunasi janji nulis tentang Thailand, oke aku sekarang bakal buat.

Jujur aku selalu tekanin kalau gaya jalan orang itu beda-beda. Soal budget dan lain-lain pasti beda dong, ya kan. Tapi aku mau ngerinciin apa aja dana yang keluar pas di Bangkok plus kemana aja sih. Satu lagi, trip ini disponsori oleh kantor karena memang dalam rangka bekerja. Jadi, aku dapet satu hari libur dan kami gunakan untuk eksplor Bangkok. (padahal cuman sehari libur aja guys, jadi ya enggak eksplor sana sini hehe).

Nah, waktu itu kita ke mana aja? Cek sini~

Kawasan Grand Palace

Ada suatu kawasan yang dipenuhi oleh kuil di Bangkok. Kuil paling besar disebut Grand Palace. Biasanya, Grand Palace emang jadi destinasi wajib yang mesti disambangi. Banyak banget turis ke Grand Palace buat melihat keindahan temple yang bermacam bentuknya. Tarif masuk ke Grand Palace 500 THB per orang. Kalau pribumi sih gratis~ Berapa sih 500 THB itu? Kalau waktu aku ke sana 1 THB = Rp 475. Enggak tau kalau besok, bisa naik atau turun ya guys.

Waktu itu kami enggak masuk ke Grand Palace. Selain males ya haha (panas), ya bayarnya mehong. Alhamdulillah tahun 2018 aku sempet ke Grand Palace sih sama teman Thailandku 🙂 Jadi, ini memang bukan trip pertama kali ke Bangkok. Waktu 2018, itu beneran jalan-jalan 5 hari eksplor Bangkok yang disponsori His Travel Indonesia karena memenangkan lomba foto :). Yeay!

Intinya, Grand Palace memang komplek kuil. Kamu bisa keluar masuk kuil dan banyak orang yang ibadah juga di sana. Worth enggak sih ke sini? Worth kok! Kamu bakal liat banyak keindahan kuil di sini. Jangan lupa bawa payung dan pakai sunscreen ya.

Cara ke Grand Palace? Naik tuktuk atau Grab aja hahaah (pemalasan). Kalau kamu enggak mau masuk Grand Palace, ya jalan-jalan di luarnya aja. Lihat kuil dari luar dan jalan kaki melihat suasana Thailand.

di Grand Palace bareng Orange tahun 2018
Grand Palace, 2018
first time in Grand Palace, 2018

Asiatique

me and my buddies, 2019

Terus kita lanjut ke Asiatique naik taksi. HAHAHAA. Harganya aku lupa, pokoknya kita suka banding-bandingin sama rate Grab, ya sekitar situ aja guys. Tawar-tawar bole~

Kenapa Asiatique? Di sana adalah kawasan terpadu GRATIS yang terdiri atas berbagai wahana bermain, restoran, sampai tempat oleh-oleh. Buat kamu yang mau enggak ribet, datanglah ke sini. Harganya memang harga turis ya jadi ya enggak usah ngeluh kalau rada mahal (dibandingkan dengan pasar).

Waktu 2018 ke Asiatique, aku sih cuma liat-liat aja. Beli sabun mangga sama makan es aja deh. Nah, kali ini, alhamdulillah aku bisa naik Ferris Wheel! Mahal? Tentu sih buat aku hahaha soalnya harganya 450 THB. Kurang lebih sih Rp 200,000 an per orang. Worth the price? Definitely~

The tallest ferris wheel in Thailand, 2019

Asiatique bukanya sore. Jadi ya memang pas banget buat menunggu sunset~ Buka jam 16.00 guys, jadi kamu kalau ke sini ya sore ya. Terus, beli deh tiket bianglala ini. Langsung ke counter tiket aja! Katanya sih ada yang VVIP. Nah ini kehitung lebih mahal, 550 THB per orang. Bedanya, pijakan kamar bianglala yang kita naiki itu transparan! WKKWWK. Serem. Tapi kalau kita sih yang murmer aja. Teteppp serem, tapi asik seru melihat Thailand dari atas.

Chatucak Weekend Market

Waktu ke Thailand pas 2018, aku emang gak kedapetan akhir pekan di sana. Jadi, saatnya pergi ke Chatucak pas 2019 ini! Alhamdulillah pas hari Sabtu kita pergi ke Chatucak buat melihat ada apa sih ini kek apa sih kok hits banget. Eng ing eeeeeng, yaaaa tak lebih dari sekadar pasar tumpah!

Kawasan Chatucak yang lumayan luas ini diisi oleh banyak penjual. Mulai dari baju, tas, topi, sepatu, dompet, semua ada! Bahkan, pedagang gerobak pun hadir di setiap penjuru. Ada yang jual es potong, martabak, sampai keripik serangga. Macem belalang, ulet, dan teman-temannya. Rasanya? Kayak snack keripik asin aja gitu. WKWKWK

Warung tendanya juga banyak lho. Di sini kita beli keripik serangga, cumi-cumi, es potong, baju murah meriah, topi, dan berakhir di warung tenda buat makan nasi. Aku makan pad thai. Rasanya, yaaa kayak sayuran mentah aja isi tauge dan kawan-kawan. HAHHA. Oh ada udangnya juga jadi mayan lah. Harganya 100 THB.

Penjual ulat, belalang kering.
Penjual cumi

Di Chatuchak aku beli cumi, cemilan serangga, dan baju. Harganya kurang dari 100THB semua. Penampakan Chatuchak itu seperti pasar malam. Isinya tukang jualan dan warung tenda sama gerobak makanan. Baju murah pun tersedia di sana. Harganya? Aku dapet 100 THB untuk 4 baju hahahahah. Tapi ya kayak baju imporan gitu. Nemu juga baju bagus yang harganya 300ribuan, ya sama lah kalau dihitung-hitung harganya kayak di Indonesia.

Kemana lagi setelah itu? Nah udah deh gak kemana-mana. Udah sih itu aja.

Transportasi

Perlu diketahui, transportasi di Bangkok itu ada tuktuk (sejenis bajaj), bus kota yang rapi dan ber-AC (sejenis Transjakarta), bus kota biasa mengandalkan angin gelebug (kayak Kopaja), MRT, BTS (kayak LRT), Airport link (sejenis LRT tapi yang tujuannya ke Suvarnabhumi stasiun terakhirnya).

Kalau naik bus kota dan tuktuk menggunakan uang tunai. Kalau MRT, BTS, Airport link menggunakan tiket yang dibeli di vending machine. Kalau mau pake kartu biar langsung di-Tap gitu bisa. Tapi kamu harus beli kartunya dulu di counter. Harganya tergantung isinya.

Jadi aku beli Rabbit Card (adult), isinya 40 kali tap. Jadi dihitungnya per-tap, bebas jaraknya. Kalau enggak salah, harganya 1000 THB (mehong memang). Tapi kamu juga bisa beli yang di bawah itu kok harganya.

Kalau emang enggak sering banget pakai BTS, aku sarankan sih beli manual aja di vending machine. Harganya sesuai per jarak aja. Sama dengan airport link. Jarak antara Stasiun Ratchaprarop (ini stasiun kedua paling ujung) menuju Suvarnabhumi Airport (tujuan akhir) harganya 40 Baht. Sekitar Rp 20,000 an . Murah loh daripada kereta bandara ke Soeta Rp 70,000 kwkwkwkwkw.

Makan di mana?

Kalau aku biasa makan nasi di Seven Eleven. Beli yang frozen kayak nasinya aja atau nasi yang udah ada rasanya (nasgor). Harga nasi aja sih 15 baht (sekitar Rp 7500) kalau nasi goreng atau apapun nasi yang udah ada rasanya Rp 25,000-35,000 an gitu.

Selain bisa tinggal makan, ya murah! Kita sering beli nasi terus disimpan di kulkas apartemen gitu. Jadi tinggal angetin di microwave. Bahkan ada tukang dengeun sangu (aduh ahahhaah lauk pauk guys) di sekitar Seven Eleven. Tapi hati-hati karena rata-rata ada Pork-nya. Jadi yg aman sih sayuran.

Nginep di mana?

Kalau mau murah meriah, mending di hostel yang berkonsep asrama. Banyak banget kok yang kayak gitu! Bahkan suka ada cafe di bawahnya. Jadi enak~ Harganya Rp 300,000 an juga lho malah pernah aku pesen di bawah harga itu pas 2018.

Kalau mau banyakan, lama menetap, dan nyaman, ya apartemen. Cari di airbnb. Aku dapet apartemen minimalis isi muat berlima dengan amenitas yang warbiasa! Ada microwave, kompor listrik, kulkas, dan cuci baju gratis. Tinggal beli deterjen aja. Apartemen yang aku pesen emang harganya sesuai dengan kenyamanan. Kita pesan untuk 7 hari seharga 20,000 THB. Dirupiahkan sih Rp 9 jutaan. Tapi kalau diitung-itung sama aja per-orang seharinya Rp 300,000 an loh.

Nih ya, misalnya aku nginep di hostel Rp 300rb untuk 7 hari. Total Rp 2,1 juta rupiah. Sedangkan aku kan berlima nih sama teman-teman. Jadi kalau ditotalkan Rp 2,1 juta x 5 = Rp 10,5 juta! Nih malah lebih hemat 1 juta loh kita berlima di apartemen yang enak ini~~~~~~~~~

Segitu aja kayaknya. Kalau ada yang mau nanya lebih lanjut bisa DM aku di instagram yaaa.

Selamat Berjalan lebih jauh~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *