Suatu Hari nya Pekerja Tulis

Suatu Hari nya Pekerja Tulis

Reporter Membuka Cakrawala Baru di Hidupnya Sendiri

Entah akan dirasa oleh seorang pemegang amanah pembawa kabar baik atau buruk. Seorang reporter dalam lini kecil atau besar sama-sama memiliki pengaruh. Media, bersifat mempengaruhi opini publik tentunya. Bukan ingin membahas sebuah media atau hal-hal lain yang dibahas dalam perkuliahan, saya ingin menebus rasa kegelisahan dan kekaguman dalam sebuah tempat gratis yang semoga menginspirasi.

tepat satu tahun, saya berada di lingkungan Masjid kampus tertua di Indonesia. Bukan almamater saya, bukan institut impian saya. Saya yakin, Tuhan menakdirkan garis ini untuk saya. Kedepannya seperti apa, who knows.

berawal dari anak magang yang ingusan, angkuh dan buta. Ternyata, menjadi orang yang ‘dipaksa’ harus tahu, sedikit demi sedikit ada celah yang rasanya harus aku terus buka. Kini tepat akan satu tahun, semoga celah ini akan membuka walau belum lebar. setidaknya ada banyak cerita, kisah, pengalaman tak terbayarkan untuk ini semua. Terima Kasih, Allah SWT atas kebesaran-Mu.

Setelah melalui jalan yang cukup panjang, kadang menyempit, berliku, butuh berlari bahkan berjalan lambat sekalipun. Banyak orang-orang hebat yang begitu banyak andil dalam hidupnya untuk orang banyak. Atau sekedar memberikan warna hebat atas akuan dan pujian sebuah riwayat hidup. Bukan hanya sekedar kata wah tersusun dalam rangkaian basa dan basi. Tetapi makna, ilmu yang gratis didapatkan.

Belajar filsafat di semester ini punya banyak pengaruh untuk pola pikir manusia yang tengah gelisah tak berdaya berhenti berfikir tentang suatu hal. Makna fundamental menjadi pernyataan sarat pertanyaan. Tentunya perlu pikir panjang, bukan hanya begitu saja.

belajar dari sang Bumi. Menanam cita bukan hanya sekedar pemanis. Tapi apakah kita bisa memberikan makna lain yang bukan sekadar populis semata. Itu bonus, katanya.
bagaimana bisa memberi nilai serta makna pada ilmu tersebut.
Tertohok. dengan semua rentetan kata mengemas bahagia.
pernah merasa yang sama.tapi diputus begitu saja.
seakan begitu banyak kemudahan ketika mendengar sang Bumi berkata.
Bumi nya sudah menjadi orang. Seakan mudah padahal tidak. Serasa indah padahal merana. siapa sangka?
temanku berkata, ketika melihat sekelilingnya berdiri dan ia terduduk. Apakah dirinya bodoh sendiri?
sekelebat datang jawaban pasti. Aku harus yakini. Tiap orang miliki jalan sukses masing-masing.

lewat kebahagiaan yang kita tanam dan siram sendiri

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *