China Town-nya Bandung, Ternyata Begini Penampilannya

China Town-nya Bandung, Ternyata Begini Penampilannya

Sebenarnya China Town Bandung sudah lama dibuka. Namun saya baru sempat ke sana karena melihat banyak foto yang terpampang di Instagram tentang China Town. Keren juga! Saya kira China Town ini terletak di daerah Cibadak atau di jalan raya macam Car Free Day, eh ternyata tidak.

batu peresmian.

Diresmikan pada Bulan Agustus 2017, China Town ini memang menjadi primadona wisata kota Bandung. Pak Wali alias Kang Emil ini memang paling bisa membuat sesuatu, apalagi soal melestarikan. That’s why China Town terletak di  Jl. Kelenteng No.41, Ciroyom, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40182, Indonesia. Jalan Kelenteng memang identik dengan sebuah kelenteng dan penduduk yang keturunan Bangsa China. Jadi, China Town tepat di sebelah kelenteng.

Jam buka dari pukul 12.00 hingga 10 malam. Tiket masuk untuk weekday Rp 10.000 saja. Kalau weekend kamu harus merogoh kocek Rp 20.000. Satu hal yang harus kamu ingat, bahwa di dalam tidak ada transaksi cash atau langsung. Tetapi harus memakai kartu debit  atau flazz BCA. Jadi, persiapkanlah kartu anda. Jangan khawatir, karena di dalam akan ada meja untuk membeli kartu Flazz BCA. Kamu bisa beli dan top up di meja tersebut.

Sebelum masuk kamu harus ke Counter Ticket untuk membeli tiket masuk, pastinya. Don’t worry, karena untuk beli tiket kamu bisa bayar cash. Setelah itu kamu akan mendapatkan karcis dan gantungan kunci khas China Town!

Di sebelah kiri pintu masuk kamu akan disuguhkan pengetahuan tentang sejarah China. Semua dikupas habis di Bandung Chinatown Museum! Di ruangan tersebut kamu bisa membaca sejarah Chinatown yang disebut Pecinan. Lalu, bagaimana China masuk ke Indonesia, yakni dari Laksamana Cheng Ho,  hingga China merambah ke Bandung. Adapula peninggalan antik bangsa China seperti keramik, piring, hingga setrikaan zaman dulu.

 

Jangan bayangkan museum ini besar ya. Ini hanya seukuran kamar biasa. Perabotannya pun hanya sedikit. Di museum ini kamu jadi tahu sejarah dan barang-barang peninggalannya deh.

 

Setrikaan jaman dulu

Setelah melihat museumnya, di sepanjang jalan kamu akan melihat banyak kedai makanan, merchandise, jajanan pasar hingga jajanan lainnya! Harganya ya, lumayanlah seperti di tempat-tempat wisata tapi tidak terlalu melambung tinggi juga. Saya membeli es krim yang banyak rasanya itu lho!

es krim rasa cheesecake (putih) dan greentea brownies (hijau)

Es krim ini harganya Rp 35.000. Kamu bisa mendapatkannya di sebuah kedai eskrim tepat paling belakang Chinatown. Kamu pun bisa memilih untuk menuangkannya di cone atau di cup. Upgrade es krim kamu supaya lebih besar dengan harga Rp 45.000. Niscaya, es krim kamu bisa mendapatkan 3 rasa sekaligus. Yum! Ini ga fail kok. Worth it untuk harga segitu.

banyak hingga 20 rasa lho 😀

 

Selain makanan, di sini pun ada tempat bermain macam pasar malam. Satu hal yang paling penting untuk pengunjung muslim, jangan khawatir karena di China Town disediakan musholla 😀

Selain makanan, di Chinatown ada tempat pijat juga.

 

suasana pelataran depan sebelum pintu masuk China Town

The Atmosphere

 

Spot foto cantik di China Town

Selma.

 

Kalau dibilang sempit, lumayan sempit ya China Town. Karena memang penuh dengan bangunan dan tidak terlalu luas juga lahannya. Sempit karena banyak kedai makanan dan tempat duduk yang cukup banyak untuk para pengunjung. Oh ya, ada tempat main anak juga di sini. Seperti serodotan, jaring laba-laba, dan lain-lain. Masuknya tentu harus bayar lagi. hehe

Kamu bisa nikmatin China Town dengan duduk santai di berbagai tempat yang disediakan. Tentu makanan yang dijual di sini tidak jauh dari makanan urang Sunda seperti Batagor hingga Bola Ubi. Adapula Dimsum, nasi, mie laksa, aneka minuman macam Thai Tea, Milo, Ice Tea, hingga kopi. Tepat sebelum kamu keluar dari arena ini, di sebelah kiri ada toko jajanan oleh-oleh khas Bandung. Jadi, bagi para pengunjung luar Bandung bisa beli oleh-oleh di sana. Disarankan waktu datang yang enak sih siang-siang. Selain matahari masih bersinar, pengunjung pun belum terlalu padat. Lain hal jika pergi di hari weekend ya. Karena saya datang saat weekday. Hehe (lagi).

Bandung, 11/10/2017.

Selamat menjelajah lebih jauh!

in frame : Selma

2 thoughts on “China Town-nya Bandung, Ternyata Begini Penampilannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *