Temukan Wahana Shalat yang Berbeda di Masjid Kampung Kling Melaka

Temukan Wahana Shalat yang Berbeda di Masjid Kampung Kling Melaka

Hola! Kali ini saya akan menceritakan kembali tentang perjalanan super panjang. (Soalnya itu pertama kali jadi menurut saya 10 hari di negeri orang adalah perjalanan panjang) but super fun! You have to try it. Masih di Melaka, sebuah negeri yang terkenal dengan historical and heritage places. Ada sebuah wahana shalat yang berbeda dan harus kamu coba di Masjid Kampung Kling Melaka. Kamu bisa lihat, foto di atas ini adalah sebuah Masjid! Terlihat seperti masjid gak sih?

Menara tersebut masih mencirikan sebuah masjid. Ketika kita masuk, kompleks masjid yang tidak terlalu besar ini menyajikan suasana yang teduh, sejuk, dingin. Bercorak coklat dan tetap dengan arsitektur zaman dulu. Macam masjid dengan sentuhan temple.

Masjid ini penuh dengan arsitektur gaya melayu dan ukiran indah. Hari itu Melaka sungguh lembab dan panas. Sembari duduk di pelataran, saya mencoba mengambil gambar jamaah yang tengah salat.

Kampung Kling Mosque ini terletak di sebelah temple! Pintu masuk yang kecil ini sebelumnya tidak terlihat oleh mata saya. Pada awalnya saya kira ini adalah temple. Tapi nyatanya ini sebuah Masjid!

Keunikan Masjid di Malaysia

Beberapa masjid bersejarah di Malaysia, termasuk Masjid Kampung Kling memiliki kuburan beberapa petak. Saya menyangka bahwa kuburan tersebut adalah para pahlawan/ wali yang pernah berdakwah di Masjid ini. Ketika kamu masuk dan menginjak lantai marmer, kesejukan akan menyambar kakimu yang panas seharian berjalan. Karpet tebal nan lembut terhampar memberi kenyamanan.

Hal paling membuat saya kagum, beberapa masjid di Malaysia ini selalu menyajikan brosur-brosur yang terpampang di tangga masjid. Brosur tersebut macam buletin yang memiliki banyak judul. Semua judul yang saya telaah mengenai dasar-dasar Islam atau pertanyaan yang sering diajukan oleh awam. Misalnya, “Mengapa Tuhan itu satu?”, “Siapa itu Allah?”, “Jihad”, “Hijab”, dan lain-lain.

Brosur tersebut tersedia dalam bahasa Melayu, Inggris, hingga Jepang. Keren! Selama di Indonesia kayaknya gak pernah lihat brosur macam itu yang ada di masjid. Jadi brosur tersebut disusun di tempatnya yang bisa diputar. Hmmm macam tempat jualan kaca mata itu lho. Nah, brosur itu bukan seperti buletin di Indonesia yang sebesar A4. Itu bener-bener brosur kaya ngajak umroh! Kecil dan dilipat.

Melaka dan Laksamana Cheng Ho

Melaka memang menjadi salah satu tempat dimana Laksamana Cheng Ho berlabuh. Lalu siapakah dia? Apa hubungan erat antara Cheng Ho dan Melaka?

Di Malaka, terdapat Museum Cheng Ho yang sangat luas dan lengkap walau dari depan nampak seperti kecil saja dan lokasinya dekat dengan Jonker Walk, yang pada hujung minggu di malam hari ada semacam pasar malam yang banyak dikunjungi oleh turis.

Museum Cheng Ho yang diyakini dulunya merupakan tempat laksamana yang beragama Islam ini menyimpan barang atau menjadikan gudang saat kapalnya melewati dan berlabuh di Kota Melaka.

Hal ini diyakini dengan ditemukannya reruntuhan arsitektur dan barang barang peninggalan sejarah dari Dinasti Ming yang ada di dalam gedung yang sekarang dipamerkan kepada khalayak umum.

Di antaranya bermacam-macam bentuk guci dari Dinasti Ming, gong dengan hiasan ular naga di tengahnya, khas kebudayaan China, yang konon digunakan sebagai salah satu alat komunikasi selain bendera, lentera, dan burung merpati.

sumber : di sini

Masjid Kampung Kling ini berada di Jalan Tukang Emas, atau Harmony Street, karena kedekatannya dengan Sri Poyatha Moorthi temple dan Cheng Ho. Makanya mengapa bangunan ini arsitekturnya seperti itu dan tidak berubah hingga sekarang. Tempat wudhunya pun jangan bayangkan seperti di Indonesia ya. Karena tempat wudhu ini seperti kolam renang, kecil tapi ukurannya 3mx4m lah ya. Jadi kita wudhunya di situ dan tersedia gayung juga. Agak aneh sih, tapi memang seperti itu!

Arsitektur Masjid Kampung Kling

Desain arsitektur masjid adalah persilangan antara orang Sumatra, Cina, Hindu, dan Melayu Melaka. Menara, kolam wudhu dan lengkungan pintu masuk dibangun bersamaan dengan bangunan utama. Masjid kampung kling dinamai berdasarkan tempat pedagang India tinggal di tempat itu yang disebut Kampung Kling.

Menara itu menyerupai pagoda. Masjid ini juga memiliki perpaduan antara ubin berkilau Inggris dan Portugis, kolom Korintus dengan lengkungan simetris di ruang sholat utama, lampu gantung bergaya Victoria, mimbar kayu dengan ukiran dengan gaya Hindu dan Cina, dan tiang besi tempa Moor di tempat wudhu.

sumber : di sini

Meskipun kecil, kamu tidak boleh melewatkan tempat bersejarah ini. Nikmati salat di sana dengan kultur yang berbeda. Tidak dipungkiri bahwa Islam datang dengan tidak mengenal budaya dan tempat. Semua sama meski hadir dengan caranya masing-masing. Karena tempat ini pun berdiri oleh para pedagang India yang tengah di Melaka.

Pantas saja, memang orang India banyak tinggal di sini. Host family saya pun saat di Melaka bercerita, bahwa kakeknya lah yang berpindah ke Melaka untuk menyambung hidup. Hingga akhirnya ia dan anak-anaknya tumbuh besar di Melaka.

Cara Pergi ke Melaka

Melaka menjadi tempat yang harus kamu kunjungi jika ke Malaysia. Kalau kamu turun dari Kuala Lumpur, kamu bisa beli tiket bis dari KL Sentral. Harga tiketnya mungkin sekitar RM 45, tidak akan lebih dari RM 50-an. Kalau di rupiahkan sekitar Rp 141.000- an. Karena jaraknya memang cukup jauh.

Kemarin saya pergi dari Johor Bahru ke Melaka merogoh kocek RM 38-an atau Rp 120.000. Berangkat dari Terminal Larkin lalu kamu ke kaunter tiket yang menyediakan jurusan ke Melaka. Jangan takut nyasar karena setiap terminal besar di Malaysia memiliki koneksi antar negeri yang baik. Hebat! Apalagi kalau perginya ke negeri-negeri yang terkenal seperti Melaka dan Penang. Jangan salah, tujuan Hatyai atau perbatasan Thailand pun ada!

 

Selamat Menjelajah Lebih Jauh!

2 thoughts on “Temukan Wahana Shalat yang Berbeda di Masjid Kampung Kling Melaka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *