Modernnya Museum Gedung Sate (Free Entry Hingga Desember 2017!)

Modernnya Museum Gedung Sate (Free Entry Hingga Desember 2017!)

Pintu masuk dan keluar Museum Gedung Sate.

Teman saya yang tergabung dalam Komunitas Google Review mengajak saya ke Gedung Sate. Ia memang bukan orang Sunda, melainkan orang Jowo yang tengah berada di Bandung. Selama beberapa bulan di Bandung ia belum menginjak ikon Jawa Barat, yakni Gedung Sate itu. Sebab ke-sotoy-an Fathia, kita masuk ke dalam dan ternyata tidak bisa parkir di dalamnya. Kata satpamnya, itu khusus untuk pekerja kantor. (yaiyalah Fathiaaa)

Mengapa saya percaya diri bisa masuk ke sana, setahun yang lalu saya pernah liputan ke Gedung Sate untuk meliput acara Kaum Dhuafa beserta komunitas Jeep. Acara yang didukung oleh Humas Jawa Barat itu menempatkan lokasi acara di Gedung Sate. Jadi saya kira, Gedung Sate memang bebas untuk dikunjungi. Namun hari ini kamu bisa bebas mengunjungi Gedung Sate sebab Jumat (8/12/2017) lalu Bapak Gubernur Jabar, Pak Ahmad Heryawan meresmikan Museum Gedung Sate! Asyik!

Kamu bisa masuk ke Gedung Sate lewat pos 2, dekat ke arah Jalan Banda. Di sana ada plang Museum Gedung Sate. Parkir luas dan nyaman sekali! Pepohonan rindang dan tersedia tempat duduk kayu berpayung putih menghiasi jalanan di depan pintu masuk. Museum tersebut memiliki sentuhan arsitektur modern. Bubuhan kaca bening dan pintu masuk yang cukup kecil jika dibandingkan pintu masuk Museum Geologi atau museum lainnya di Bandung.

Tempat duduk di depan pintu masuk Museum Gedung Sate.

Karena masih Bulan Desember, museum ini masih gratis! Kamu masuk dan mendaftar namamu di sebuah buku tamu. Lalu ibunya akan memberikan gelang kertas tanda masuk museum. Pertama kali datang ke museum tersebut rasanya wah sekali! Teknologi yang mutahir mendominasi ruangan museum ini. Penjelasan di dinding disertai audiovisual yang menambah kemodernan museum ini.

Setiap dinding ada layar audiovisualnya masing-masing.

Lampu temaram menyinari setiap sudut penjelasan. Di awal masuk, lantai pun dihiasi dengan visual yang menyala, berwarna-warni dan otentik. Seperti bergerak padahal hanya visualisasi di lantai yang kita injak. Setiap penjelasan di dinding benar-benar rinci dari tahun ke tahun. Foto-fotonya pun tersedia dengan apik dan benar-benar menyajikan kemahaagungan sebuah perjuangan pembangunan.

Lantai depan yang bergerak dan berwarna.
Tembok audiovisual.

Maket gedung sate tentu tersedia di ruangan pertama ini. Selain itu ada penjelasan dari jendelanya Gedung Sate yang mencirikan tiga hal yang membangun Bandung ini. Layar sentuh yang menampilkan gubernur Jawa Barat dari yang pertama hingga hari ini. Sekali sentuh, maka kamu akan membaca riwayat hidup dari sang mantan gubernur.

Maket Gedung Sate.

Paling menarik dari museum ini adalah tersedianya peta persebaran bangunan heritage di Bandung. Diantaranya gedung Isola yang terletak di Kec. Sukasari alias Setiabudi, Bandung. Sebuah gedung nuansa Belanda yang tetap dipertahankan hinga kini menjadi kantornya Rektor Universitas Pendidikan Indonesia.

Peta Kota Bandung disertai nama jalan dan kecamatannya.

Di sebelah peta besar Kota Bandung, kamu akan melihat rangkaian bangunan yang menyusun Gedung Sate. Terlihat batu bata dan rangakaian besi untuk menjadi sebuah display yang dapat dilihat pengunjung.

Menuju hall selanjutnya.

Ada ruang audiovisual yang akan membawamu untuk menonton sejarah pembangunan Gedung Sate dengan menarik. Kursi yang mungkin hanya untuk 40 orang dan seperti kursi bioskop itu menjadi ruang favorit saya di Museum Gedung Sate. Kisah yang dibungkus apik membuat saya baru paham akan sejarah Bandung dan Gedung Sate ini. Salut untuk yang membuat video tayangan di ruangan audiovisual ini. Nanti akan ada pemberitahuan jika pemutaran video akan dimulai. Biasanya pemberitahuan akan mengajak kita masuk ke ruangan audiovisual karena pemutaran akan dimulai.

Kursi di ruang audiovisual
Pembukaan awal pemutaran video sejarah pembangunan Gedung Sate. Dibuka oleh Bapak Deddy Mizwar, Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013-2018.

Lanjut ke ruangan dimana kamu dapat melihat dirimu sendiri di layar. Di sana ada properti seperti gergaji, kayu, pacul seakan-akan di layar ada orang-orang yang membangun sesuatu. Padahal di ruangan itu hanya ada kamu seorang. Lucu sekali!

Sebuah ruangan yang menyajikan pembangunan dan kamu bisa merasakan langsung. Kamu akan ada di layar tersebut bersama bapak-bapak hologram yang sedang menggergaji lho!
Tebak mana orang beneran, mana yang hanya bohongan!

Setelah itu ada tempat seperti kamu di balon udara. Padahal hanya tempatnya saja, tanpa balon udaranya. Nanti kamu bisa naik ke tempat itu dan memakai VR (virtual reality). VR akan membawamu menuju ke Gedung Sate. Ceritanya kamu sedang naik balon udara mengelilingi Kota Bandung! Asyik kan ๐Ÿ˜€

Setelah menjelajahi kota Bandung naik balon udara meski hanya virtual reality, kamu sekarang bisa melihat ruangan yang menyediakan display besar setengah lingkaran mengenai tempat-tempat bersejarah Indonesia. Pengenalan Candi, situs-situs di Indonesia seperti Gunung Padang di Cianjur, Borobudur, dan lain-lain. Ruangannya ditutup kain dan di atasnya ada kelap-kelip lampu.

Visualisasi jalanan kota Bandung area Gedung Sate di lantai Museum.

Lanjut belok kiri, ada lukisan panjang karya anak-anak SMP yang menceritakan tentang Bandung. Lukisan yang penuh warna itu di pajang sepanjang hall menuju pintu terakhir Gedung Sate.

Ada displaynya juga lho di sepanjang lukisan ini. Display ini menampilkan acara menggambar anak-anak dimana lukisan ini dibuat. Keren ya!

Lukisan anak-anak akan membawamu ke jalan keluar. Ya, sudah selesai perjalanan di museum ini. Ringkas dan menarik. Penuh wawasan dan membawa museum menuju era teknologi modern. Di hall keluar ini ada tempat duduk, jadi kalau lelah bisa duduk dulu di sini sebelum benar-benar keluar museum.

Selesailah tur museum kali ini. Museum Gedung Sate melengkapi beberapa museum yang ada di Bandung. Jadi, jangan lewatkan untuk pergi ke museum ini karena sama sekali gak ngebosenin! Kamu bisa mencoba banyak hal yang tersedia di museum ini. Kalau ruangan favorit saya sih audiovisual. Soalnya pengemasan video sejarahnya sama sekali mudah dicerna dan menarik! Kalau kamu apa? Komentar di bawah ya bagaimana sensasi kamu datang ke Museum ini ๐Ÿ™‚

Selamat menjelajah lebih jauh!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *