Kehebohan di Lanud Sulaiman Bandung Pagi Hari

Kehebohan di Lanud Sulaiman Bandung Pagi Hari

Rasanya sudah begitu lama tidak mencium aroma Kabupaten Bandung. Haha, sok ngota sigue. Jadi gini geng fathiajalan, (ea). Terakhir ke Lanud Sulaiman itu pas kuliah tingkat 3, itu juga belajar mobil. Itu juga cuma sekali. Itu juga setelah dari sekian lamanya 8 tahun lebih tak hampir ke Lanud itu. Biasanya waktu SD, kami diajak oleh guru olahraga ke Waterpark. Kolam renang yang perosotannya tinggi terletak di Lanud Sulaiman. Jadi masih daerah Jalan Kopo-Soreang lah ya. Cuma 3,5km dari rumah.

Hari tadi, Minggu, saya diajak bapak berlari ke dari kehidupan, eh salah. Akibat gak jadi renang, (kzl) hari ini aku memutuskan untuk ikut bapak dan ibu jalan ke Lanud Sulaiman. Setelah sampai sana, kami berjalan bertiga. Jalan santai.Tampak banyaaaaaaaaaak sekali tukang makanan. Bahkan tukang bunga pun migrasi ujar ibu saya.

Lanud Sulaiman tak berubah. Ia tetap sebuah jalan panjang dirimbuni cemara. Ia tetap seperti itu. Yang berubah adalah, kini Sulaiman jadi pasar kaget! Bukan di area Lanud, tapi di jalan kecil perumahan sebelah. Konon, gak boleh buka lapak di pinggir/sepanjang trotoar. Tapi masih ada aja sih.

Jadi saat kembali pulang, ibu dan bapak saya mengajak ke jalur berbeda. Yakni jalur pasar tumpah. Jalan yang padat dan elok dilihatnya. Mengapa? Karena penuh dengan jualan!

Ibu penjual kue basah.

 

Setelah melihat banyak makanan, ibu saya melipir ke kue basah. Kami membeli putu mayang, ongol-ongol, klepon, dan banyak lagi. Rasanya enak dan sunnguh memanjakan lidah. Tak tau mengapa, ku sungguh suka makanan jadul!

Ongol-ongol
Getuk
Mamang gorengan~

Setelah berjalan cukup panjang, perut kami kurubukan. Lalu kami menoleh ada kupat tahu. Terus kami makan di sana. Seporsi Rp 10.000 sudah plus teh hangat.

Kupat Tahu Petis

Di sana ada yang membuat saya senang melihat keadaan penjual. Ada yang menjual belut hingga pakaian. Barang-barang yang perintilan pun ada di sana. Oh ya, kami pun membeli kaos kaki 5000-an dan rok jeans murah!

Ibu jual belut.
Aa jual sendal murah.
Jualan masakan yang sudah jadi :9 nyum!

Aku paling suka kalau sudah melihat aktivitas manusia dan memotretnya. Ah, ada kebahagiaan tiada tara.

Martabak mie
Bandros favorit!
Kue Ali Agrem terterter favoooooo!

Kita tutup dengan kue ali agrem ya. Makanan terenak pas aku coba saat TK. Sekarang agak susah buat nemuin, tapi tetep saya suka sampai saat ini.

Selamat Menjelajah Lebih Jauh!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *