Being a Journalist

Being a Journalist

Menjadi seorang wartawan ternyata bukanlah hal mudah. Kelihaian dalam mengolah kata-kata dari semrawutnya kalimat narasumber. Peka terhadap isu. Kudu kreatif setiap hari mau menulis apa. Harus kemana lagi mencari bahan supaya konten tetap ada. Berani untuk menodong perekam di tengah kepungan wartawan lain. Berani mengiyakan narasumber di jalan yang tidak mau diwawancara. Berani menyetujui mereka yang tidakmau dimintai pernyataan.

Menjadi seorang wartawan bukanlah hal mudah. Bukan sekadar jalan-jalan kesana kemari. Bukan melulu soal waktu yang tidak melulu ke kantor. Bukan pula makanan gratis dari kafe dan hotel yang mau dipromo. Bukan.

Ada banyak hal yang sejatinya adalah anugerah dan tantangan luar biasa bagi mereka yang mampu mengambil pelajaran dari kerjanya seorang wartawan. Kalau menjadi wartawan adalah profesi untuk mencari uang, tentu hanya uang saja yang ia dapatkan.

Lebih dari itu kawan. Kamu rela menaruh banyak nomor orang di ponselmu. Tersenyum dan negoisasi untuk bertemu dan diminta pernyataan. Mengulik sekuat tenaga pertanyaan yang akan diajukan. Jadi berani untuk bertemu orang tak dikenal. Bersikap baik, bersahaja, dan ramah kepada siapapun tanpa pandang usia, kasta, harta, dan ia siapa. Berteman baik dengan jalanan, hujan, debu, matahari, dan bulan di benderang malam.

Kamu menyepi sendiri berburu waktu mengejar setoran tulisan yang tidak boleh basi sebelum waktunya. Kamu kudu berpikir kritis, analitis, tidak menghakimi dan objektif terhadap isu. Selalu klarifikasi alias tabayyun terhadap hal yang belum jelas juntrungannya. Selalu bersikap netral meski itu susah. Selalu ramah dan menulis dengan indah meski hati dirundung luka.

Meski lelah, tetap harus melawan waktu untuk tidak ketinggal momen tertentu.

Bukan seorang wartawan kalau menyerah di tengah peperangan. Bukan mencari emas di lautan garam. Bukan menjadi emas di tengah jerami. Bukan. Semua untuk berkembangnya diri jadi pribadi yang jauh lebih baik. Baik hatinya, kuat jiwanya, kukuh raganya, dan mampu mengelola waktu dan dirinya.

2 thoughts on “Being a Journalist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *