Los Tjihapit, Perasaan, dan Segelas Kopi

Los Tjihapit, Perasaan, dan Segelas Kopi

Pertama kali ke Cihapit dan menemukan segenggam perasaan yang jarang ditemukan. Jadi, itu adalah sebuah pasar yang benar-benar berbeda, punya gaya sendiri, dan unik. Mereka punya kopi pasar yang menarik hati, galeri foto di sebuah jongko, dan kehangatan dari setiap bincang yang hadir.

pasar

Di pasar ada magnet yang kuat dari sebuah jongko. Itulah Kopi los tjihapit punya Om Bayu. Kopinya kopi tubruk biasa, tapi kopi asli dari Ciwidey ya. Om Bayu juga jualan teh tubruk. Enak banget soalnya pakai gula batu.

kopi pasar om Bayu

Di Los (pasar), suka ada agenda keren yang digelar di jongko om Bayu. Heran enggak sih? Jongko 2×5 meter bisa jadi stage ? Ada pembicara, moderator, dan peserta. Gelaran mereka soal sosial dan budaya.

Belum sempat untuk hadir di agenda mereka, tapi Pasar Cihapit itu keren! Pasar terkeren sepanjang aku pergi ke pasar. Suasananya yang asri, adem, dan hangat. Bangunannya enggak modern-modern amat kok. Mereka memulas tembok dengan mural. Seakan pasar memang ranah kreatif masyarakat. Di sana juga ada Sakola Pasar, tempat menitipkan anak-anak tiap Jum’at,Sabtu dan Minggu.

Sakola Pasar

Kalau bukan karena liputan, kayaknya aku enggak bakal datang ke Cihapit. Pengin banget duduk dan nyeruput segelas kopi tubruk racikan Om Bayu, tapi takut diceng-cengin lagi sama om om di sana. Dijailin iya, dibaikin juga iya. Kadang suka malu kalau mau balik ke tempat bekas liputan. Padahal enak banget tempatnya.

WC umum yang enak

Kalau mau ngopi murah di dalam pasar, pasarnya enggak bau dan kotor lho, bisa ke Pasar Cihapit ya! Kopi om Bayu ini harganya 14k-18k. Teh tubruknya di bawah 10k. Ada makanan ringan juga kok kaya gorengan dan lain-lain. Depan Kopi Pasar Los Tjihapit juga ada warung istrinya om Tata Kartasudjana, yang jualan roti bakar dan indomie super lezat!

teh tubruk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *