Cara ke Lampung Naik Kapal Ferry

Cara ke Lampung Naik Kapal Ferry

Sesungguhnya, Fathia sudah lama pergi ke Lampung. Mungkin ada sekitar setahun lalu. Ya ampun udah lama banget! Tapi dari dulu mau buat tulisannya, kelupaaaan aja. (Alasan~)

Lampung itu kota yang ciamik! Rasanya kudu menjelajahi setiap pantai sampai Way Kambas. Sayangnya, waktu itu aku enggak semenjelajah Lampung lantaran pergi bareng nenek, ua, adik kakak, serta para sepupu. Alhasil, menyebrang pakai kapal ferry juga sudah hamdalah.

Waktu itu, mudah sekali untuk menuju Lampung, apalagi menggunakan kapal ferry. Kalau aku, kebetulan dari Lebak, Banten menuju Merak naik mobil pribadi. Sampai pelabuhan Merak, kamu bakal melihat ada semacam gerbang tol gitu. Merak Seaport, namanya. Di sana, kita bayar tarif masuk ferry macam tol aja gimana. Ada harga-harga khusus bagi yang hanya membawa diri, sepeda, sepeda motor, mobil, bus, truk, dan lain-lain.

Kalau enggak salah ya, naik sepeda itu bisa 20ribuan, motor 30ribuan lebih, mobil 350ribuan, dan harga naik sesuai besaran kendaraan. Entah tahun -tahun ke depannya naik tarif atau tidak. Itu tarif 2017.

Lantas, kami pun diarahkan menuju kapal ferry. Mobil kami masuk ke dalam kapal! Pertama kali lho 🙂 Jadi, ada jembatan untuk menuju kapal. Kemudian mobil kami parkir di dalam kapal ferry.

Setelah berhasil masuk (karena antre cukup panjang), kami keluar dari mobil. Ada tangga menuju atas kapal dan mencari tempat duduk. Kapal pergi ke Lampung kali ini cukup puas. Banyak kursi duduk yang kosong, ada warung di dalamnya, area musik, dan area ber-AC. Semua lengkap dan nyaman.

Butuh waktu 2 jam menuju Pelabuhan Bakauheni. Keadaan di dalam kapal seperti oyag~ tapi enggak terlalu terasa. Hehe.

Setelah 2 jam lamanya, kami segera masuk ke mobil dan keluar dengan perlahan mengikuti aturan sang tukang parkir dalam kapal. Supaya tertib!

Setelah itu, kami melihat pelabuhan Bakauheni dan menara siger, khas Lampung! Jangan harap ketika kamu turun ke Pelabuhan Bakauheni bakal melihat aktivitas kota ya. No, no no. Menuju kota besar, butuh 3 jam lho dari Bakauheni. Tapi, kami akhirnya beristirahat di hostel Mutiara, 200ribuan dan hmmmmmmm enggak nyaman. Banyak nyamuk, keueung, dan udahlah, karena enggak ada lagi, jadi terpaksa. Numpang bobo aja semalam. Jadi lokasi kami masih di Kabupaten  gitu.

usut punya usut, kata temen ibuku pas kami sambangi di Lampung, di daerahnya itu enggak ada yang rame selain Indomaret! Jadi kalau mau rame-rame, ya Indomaret aja. macem mall kali ah.

Soalnya, kudu ke Bandar Lampung kalau mau lihat perkotaan. Soalnya, kami masih berada di kawasan Jalan Lintas Sumatera.

Setelah itu, kami pun berencana melihat keadaan kota Bandar Lampung. Sepi, sudah ngota, dan ramai dengan aktivitas warga. Banyak toko dan pasar, serta kantor pemerintahan.


Namun waktu itu kami ingin mengunjungi Pantai terdekat, ya udah ke Pantai Sariringgung. Terus yaaa keadaan pantainya sama kaya yang lain.Banyak karang dan ada juga yang bisa direnangi.

Setelah itu kami pulang lagi. Terus ga kebagian tempat duduk di kapal pulang karena banyak orang mau ke Merak hehe. Jadi kita berdiri di pinggir kapal, mau duduk udah abis tempatnya. Kalau di kapal pulang, terus duduk di wilayah ac ada harga Rp 6000 gitu. Entar ditagih sama mamangnya. Aku mah makan popmie dan diem aja melihat air.

Selamat menjelajah lebih jauh!

 

6 thoughts on “Cara ke Lampung Naik Kapal Ferry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *