My terrible chocolate drinking experience

My terrible chocolate drinking experience

Pelataran Dreezel Cafe

Suatu malam Fathia melipir ke tempat kafe yang HITSSSSS se hits nak muda jaman now.

Lampu temaram, parkir penuh, tiga mang parkir berkeliaran, suasana butik yang vintage, dan tukang kopi sebesar pos satpam. Namanya Dreezel, berlokasi di Cisangkuy dekat taman lansia dan pertamanan lainnya.

Dreezel ternyata hits bgt. Aku enggak tau dia se-hits itu. Sudah beberapa orang merekomendasikan buat minum kopi Dreezel. Pas ke sana, ualamaaaak pinuh cem ada konser.

Asli suer sepenuh itu. Baru pertama kali aku liat warkop yg penuhnya ampe ngantri mau pesen juga. Sampai aku udah enggak liat menu, tancap gas beli coklat aja. Aku beli coklat Blitar.

Lalu bagaiman soal rasanya?

Untuk coklat sih emang ya ga dipungkiri kental dan enak. Hanya saja terlalu kental dan kurang es.

Kedua, kurang sukanya adalah kita diusir dari Pelataran area yg deket sama si area itu. Bilangnya mereka, area tangga bukanlah daerahnya. Padahal ada beberapa orang yang di daerah butik bahkan gak ditegur sama sekali. Kita ampe dua kali ditegur. Katanya bukan area mereka, itu udah area butik. Nanti intinya mereka bisa ditegur lah.

Itu ada halaman luas malah jadi tempat parkir mobil katanya. Nah si tempat duduk ada di pinggiran aja.

Aku bingung, segitunya kah soal area. Padahal ya deket bgt itu tangga antara area kopi dan butik atas. Toh ga kenapa napa juga. Hmmm. Intinya agak pusing ngopi di situ. Banyak umat, ga ada alternatif tempat duduk, dan lain2. Rasanya juga gak membuat mood baik saat itu. Coklat gak dingin 😭 sedih gak sih.

Butik yang halamannya disewa jadi kafe outdoor Dreezel.

Okok, i know dreezel emang jadi kafe tongkrongan mahasiswa. Gilabet sih gatau parah itu pinuhhhh. Entah magis apa. Yg jelas katanya si owner emang bisaan aja kan punya banyak relasi.

Harga coklatnya 22 atau 24 ribu. Lupa.

Positifnya sih, Dreezel emang punya daya magis tersendiri. Tempatnya terbuka, outdoor bgt. Tapi kalau hujan ya bye bye.

Harganya so so lah. 25 an rata rata. Terus interior kios kopi yg mini itu unik aja dengan bar di pinggirnya. Sore2 bisa enak sih ke sana. Tapi kalau penuh, hmm aku gatau juga. Karena aku orangnya suka yg agak sepi aja. Kalau pun ramai, asal ada tempat duduk dan servingnya enak, bisa repeat lah.

3 thoughts on “My terrible chocolate drinking experience

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *