Mimpi Melihat Aurora

Mimpi Melihat Aurora

Loteng
Suatu hari di atas loteng

 

Aku pernah bermimpi di bawah langit dengan pendaran cahaya yang membuatnya sendu

Pada sore yang kami cecap masing-masing, bersama sejumlah rasian sambil tertawa nyaring

Waktu seperti berhenti meminta penjelasan masing-masing

Mengapa detik harus melambat menjelang biru berganti kelabu

Ada arah yang tidak menentu, aku tak pernah ambil sebab kecut

Lantas ingin berlari meninggalkan sejenak tahunan jejas dan kama yang pernah menguntai pada masanya

Saat itu, hampir setahun zaman berpihak

Tak ayal pasti membuat damba, susah hati, dan gulana

Jika harus berpisah di bulevar, seperti Dan Byrd yang ingin berdansa sekali lagi untuk melihat matahari terbit di matamu

Maka izinkan untuk berkata, bahwa kamu adalah peniada lara di bahuku

 

..

Barangkali aku telah berangkat melihat aurora

Dia ada di mana-mana, di bawah kasur, di jendela kamar, bahkan di loteng rumah yang sempat aku duduki

Arkian, ada kesempatan untuk pergi jauh, meski dicaci “Pasti ingin melihat aurora”

Tak apa, tak mengapa. asal ada kamu, semua bahagia.

Siapa sangka, semesta mengamini. Tak jua pergi, namun ada celah pasti. Melihat salju atau kawah biru di timur sana

Kemudian teriak, di sana aurora. Ya, di sebelahku, tepat sedang berkelip di kedua matamu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *