Cara Liburan Mudah ke Luar Negeri

Cara Liburan Mudah ke Luar Negeri

Pesawat Jet Star di atas perairan Singapura

Belum pantas memang Fathia menulis hal kayak gini. Apalah diriku yang masih sekecil liliput buat menulis tips liburan ke luar negeri. Tapi, meski sedikit, setidaknya Fathia menulis buat teman-teman yang masih pada kuliah, sekolah, atau buat yang baru aja bekerja. 

Bisa juga sih sebenarnya tips ini buat temen-temen yang budgetnya tipis buat pergi ke luar negeri. Atau buat kalian yang banyak pengeluaran tapi tetep pengen pergi ke luar negeri. Lantas, gimana sih Fath cara mengaturnya?

Ini cocok banget buat kita-kita yang enggak punya credit card :…) atau ATM berlogo Visa yang bisa gesek di mana aja. Tapi enggak kuat juga kalau harus  gesek kartu debit karena tak kuasa melihat biaya adminnya hehe. Tenang, jadi waktu September 2017 Fathia (dengan tekad dan keyakinan luar biasa) bisa pergi ke Singapura dan Malaysia selama 10 hari berturut-turut. Kalau orang dengerin cerita Fathia sih kayaknya, huwo masa si Faaat. Tapi, semoga tips ini bisa berguna ya karena enggak ada yang enggak mungkin buat kita mau pergi melihat kerennya sistem negeri orang! 

Bukan berarti Indonesia jelek, enggak sama sekali. Tapi, dengan melihat negeri orang kita bisa belajar kebudayaan, cara bersikap, dan bersosialisasi, serta bertahan hidup di mana kita menjadi orang minoritas. Melatih bahasa juga lho! 

Duh, kepanjangan ya intronya. Tapi, ini langkah-langkah mudah buat kamu yang mauuuuu banget ke luar negeri tapi gimana ya cara nabungnya?

  1. Bikin Paspor Sekarang Juga!

Paspor adalah gerbang pertama supaya kamu bisa melihat negeri orang. Tanpa paspor, ya enggak akan bisa. Percayalah, jangan menunggu kita mau pergi dulu. Tapi kalau kita punya paspor di tangan, bakal ada kesempatan yang tak terduga untuk kita pergi ke luar negeri. Entah kita jadi lebih bersemangat cari tiket murah, diajak kantor ke luar negeri eh kita punya paspor jadi kita yang berkesempatan ke luar negeri, atau dapet hadiah dari lomba sehingga kita enggak perlu repot antre bikin paspor. 

Caranya gimana sih Fath bikin paspor? 

Nah, waktu zaman 2017, Fathia cepet-cepetan datang ke Imigrasi di Jalan Suci, Kota Bandung. Inget banget sampe nginep di kantor temen supaya deket ke kantor Imigrasi. Habis salat subuh, cus dong ke sana. Alhamdulillah dapat antrean kedua dan ketiga ( bareng temenku soalnya). Padahal itu jam setengah 6 pagi lho! Alhasil, setelah dicek sama penjaga di depan, kita bisa dapat antrean duduk di luar karena berkas sudah lengkap. Kalau enggak lengkap, ya disuruh balik kanan. 

Kalau sistem sekarang, kamu kudu antrean online ke websitenya. Jadi kamu bisa ke Imigrasi setelah mendapatkan jadwal antrean online. 

klik di sini supaya kamu bisa antre online dan melihat syarat-syarat yang harus kamu bawa. Ingat, SEMUA BERKAS HARUS BAWA YANG ASLI dan FOTOKOPIAN. BERKAS ASLI WAJIB DIBAWA JUGA YA! Kesalahan orang-orang itu yang asli enggak dibawa, malah fotokopian aja. 

Paspor itu ada yang 24 halaman dan 48 halaman. Disarankan yang 48 halaman, soalnya biar banyak aja haha. Tapi, dugaan yang berseliweran sih mending yang 48 biar enggak kelihatan kita mau jadi TKI Ilegal. Katanya sih ya katanyaaaa, kalau yang 24 halaman suka dikira mau kerja ke luar negeri tapi bilangnya wisata. Tapi ya enggak tau juga, intinya cari aman. Semoga enggak ada yang kayak gitu lagi deh ya. 

Harganya, 48 halaman Rp 350,000-an. Bayarnya langsung ke seluruh bank tercintamu. Waktu itu Fathia ke BNI langsung karena bank terdekat dari Imigrasi waktu itu ya BNI. Bilang aja ke satpam, mau bayar pembuatan paspor. Nanti kita tinggal bayar ke teller deh.

2. Membeli Tiket

Setelah paspor di tangan, saatnya berburu tiket murah! Waduh, uangnya belum cukup buat membeli tiket PP. Tenang, waktu aku masih kuliah dan kerja sambilan sebagai reporter internal sebuah yayasan, uang honor aku dedikasikan 70% nya untuk kebutuhan liburan. Karena waktu itu aku bertekad, usai sidang skripsi, aku harus pergi ke luar negeri. 

Bulan Maret, aku membeli tiket Jakarta – Singapura memakai Jet Star Airlines. Pesawat budget yang cucok untuk kita semua. Nah, cek-cek tiket itu udah dilakukan dari Januari- Februarinya. Jadi, kita udah tahu harga tiket seputar pergi ke negeri Singa. 

Waktu itu berapa ya, huhu kok aku lupa gini. Sekitar Rp 400,000 an enggak ya? Duh beneran aku lupa. Tapi segituan kalau udah sama tax dan lain-lain. Aku enggak pakai bagasi, eh pakai deng. Tapi bagi dua kalau enggak salah. Jadi mesen bagasinya satu aja, atas nama aku misalnya. Nanti barang di bagasi buat bersama. Hemat kan?

Bulan April, aku beli tiket pulang. Waktu itu berencana ke Malaysia. Jadi pesennya Kuala Lumpur- Bandung. Supaya pas pulang enak udah tinggal ke rumah enggak perlu naik bis ke Bandung lagi. Tentu tujuan ke atau dari Bandung lebih mahal. Tapi bisa sama aja sih harganya kalau kita ke Jakarta terus nyambung bis Primajasa khusus bandara ke Bandung. Mudah guys! 

Info : Mau ke Bandara di Jakarta dari Bandung? Ada pool Primajasa khusus antar ke Bandara. Mereka beroperasi 24 jam. Harganya terakhir aku pakai awal 2018 masih Rp 115,000-an sekali jalan. Kalau di Bandung, pool Primajasa khusus ke bandara ada di Jalan Soekarno Hatta wilayah Caringin dan di Komplek Batununggal. 

3. Menabung Mata Uang Negara Tujuan

Setiap waktu biasanya kurs semakin naik. Terbukti sekarang (19/12/2018) mata uang ringgit udah merangkak. Waktu 2017, 1 ringgit masih Rp 3050-an. Belum nyampe Rp 3100 lah. Nah sekarang akhir 2018, 1 ringgit sudah Rp 3454. Waduh mau naik 500 perak setahun! 

Penukaran uang di Bandung dengan kurs terendah ada di Golden Money Changer. Aku sering menukar di GMC Dago. Terkenal se-Bandung raya deh. Selalu penuh dan pelayanannya lebih baik menurutku. Mereka cuman sampai jam 15.00, Sabtu Minggu libur. Jadi kudu cepetan deh. Aku sih nuker uang pernah seminimalnya Rp 700,000 -an supaya enggak malu banget hahahahaa. Tapi kayanya emang enggak ada minimal penukaran. Yaaa, mending banyak sekalian kan supaya enggak usah bolak balik. 

Caranya, kita tinggal ambil antrean atau antre di loket khusus penukaran di bawah Rp 10 juta-an. Kalau bingung, ya tanya satpam aja ya. 

Udah nuker, kita disuruh menunggu sampai nama kita disebut sama loket pengambilan uang. Selesai deh! 

FYI, aku nabung dari sekitar bulan Mei sampai September. Jadi setiap dapat honor aku langsung tukar uangku. Uniknya, tiap bulan pasti naik kursnya sampai Rp 50 ~

Mesjid Selat Melaka, Malaka, Malaysia

4. Buat Sketsa Tujuan

Sembari menabung, ada baiknya baca-baca blog orang tentang tujuan kamu nanti. Waktu itu, Fathia buat sketsa tujuan dari Singapura-Johor Bahru-Melaka-Penang-Kuala Lumpur. Untuk pertama kali ke luar negeri ini sih agak nekat emang. Tapi ya namanya juga pengen ngebolang, haha berbekal keberanian dan persiapan, ya sudah cus! 

Percayalah, kita enggak sedetail mau kemana aja jam berapa aja. Terpenting, kita tahu mau ke kota apa pakai apa. Di sana ada apa aja. Jadi kita ke Malaysia lewat bus dari Singapura ke Johor Bahru. Ah, terkenang sekali geret-geret koper melewati Imigrasi Woodland (Singapura) ke Johor. aaaaaaaaaaaaaa Kangen!!!!!!

Di sebuah gang dekat Masjid Sultan, Singapura

Kita turun bus, naik lift, jalan ke imigrasi dan BANYAAAAAK BANGET warga yang mau ke Malaysia. Katanya, mereka emang warga Johor Bahru (JB) yang kerja di Singapura. Waduh, tiap hari lewat imigrasi dong. Aku membayangkan itu paspor penuh dan sering ganti enggak sih?

Setelah lolos imigrasi, kita turun lagi dan naik lagi bis. Ah, kenangan banget. Terus kita sampailah di JB. Terus ke imigrasi Selamat Datang di JB, Malaysia. Ulalaala, antreenya warbyasa!

Setelah itu aku melihat perbandingan Singapura dan JB. Oke, dua tempat yang berbeda. Singapura terlampau bersih dan kecee soal transportasi. Motor juga cuma satu kayanya hahaha tiap lihat lampu merah. Kalau di JB, macet kayak di Bandung. Enggak jauh beda soal transportasi dan kebersihan jalan mah sama di Indonesia. 

5. Kenali Trasnportasi Negara Tujuan

Penting banget buat tahu trasnportasi yang bisa kita gunakan di negara / kota tujuan. Soalnya kita bisa estimasi aja naik apa ke sini dan sana. Singapura punya MRT, jadi kita bisa cari tahu caranya naik MRT. Ada juga bus dan Grab/Uber. 

Kalau di JB, ya enggak ada MRT. Adanya taksi dan Grab/Uber. Bus juga jarang jadi rada susah. Oleh sebab itu, siapkan mental aja. Oya, pergi berdua atau bertiga juga enaknya jadi bisa sharing alias patungan alias urunan. 

di Kuala Lumpur

Di Melaka, cuma ada bus kota sama transportasi online. Di Penang juga sama bus kota dan transportasi online. Kalau di KL, baru ada MRT dan bus kota. 

Nah segitu dulu tips dari aku. Nantikan tulisan keduanya ya!

Semoga bermanfaat teman-teman. Kalau ada pertanyaan, bisa komen di bawah atau kirim pesan melalui email/instagram yang tertera di sisi kanan blog. Terima Kasih 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *