Bukan (Lagi) Masalah, Jinjing Laptop Sambil Jalan-Jalan

Bukan (Lagi) Masalah, Jinjing Laptop Sambil Jalan-Jalan

Dulu, bawa laptop itu menjadi beban. Belum juga selesai pekerjaan yang membutuhkan laptop, eh harus pergi ke tempat lain yang memakan waktu lama. Alhasil, laptop kudu dibawa. Apalagi pas dulu belum zamannya netbook, yakni semacam laptop ukuran kecil supaya bisa ringan dibawa kemana pun.

Sayangnya, netbook dengan harga lebih murah dan ringan ini fiturnya terbatas. Boro-boro mau edit video, paling cuma buat ketak ketik dan internetan aja. Wajar sih, ya memang dibuat ringan dan simpel. Tapi kok kayaknya pekerjaan tuntutan zaman semakin membutuhkan laptop yang fiturnya memadai. Aku yang suka banget buat video, edit foto pakai Photoshop, dan ngetik setiap hari, tapi aku juga kudu pergi-pergi. Lha, gimana kaaaan?

Tapi, beberapa waktu lalu aku sempet nyobain jinjing laptop keluaran baru dari Asus Zenbook. Maklum, Asus bukan lagi brand yang baru, lha aku sejak SMA beli netbook sampai laptop merek Asus mulu! Pas SMA, aku beli netbook Asus yang tipis banget itu lho pas tahun 2012-an. Terus tahun 2016 aku beli lagi Laptop Asus X540L series, 15-inchi, core i3, NVIDIA Geforce juga, dan beratnya kurang dari 2 kilo aja. Awet sampai sekarang, tapi ya karena besar banget, jadinya males gitu lho dibawa-bawa. Terus, kenapa beli ASUS segede gaban itu waktu kuliah? Ya fiturnya mendukung karena aku kudu edit video setiap minggu buat tugas kuliah di Ilmu Komunikasi UPI.

Kalau sekarang, mobilitas tinggi tapi males bawa laptop besar, jadi bingung solusinya gimana. Eh, ternyata ada solusinya juga pas ikutan Asus ZenBook Blogger Bandung di Hotel Savoy Homann. Ternyata, ASUS mewujudkan mimpi aku.

Asus ZenBook yang enak ditaruh di paha untuk sementara saat buru-buru ngedit.

Mimpi itu bernama laptop ringkas. Dia memiliki fitur yang mendukung untuk ngetik, edit foto, video, bahkan game, dan enggak berat atau gede! Kalau kata orang Sunda sih gagarabagan, alias gede pisan dan berabe jika dibawa. Waktu Kak Anjas Maradita menjelaskan fiturnya, omagaaa, emang edan ini laptop . Terharu akutu :,)

Asus menghadirkan tipe ZenBook tipis dan paling ringkas di kelasnya, mau yang 13 inchi, 14 inchi, bahkan 15 inchi, gengs! Prosesornya juga udah terbaru dari Intel Core generasi ke-8, baik core i5 atau cor i7. Wadaw! Udah naik kelas daripada Asus aku zaman kuliah. (ya iya atuh Fat).

Pas aku bawa, emang tipis dan ringkas gitu. Aku sih terpesonanya, dia tuh elegan, ringkas, fitur mumpuni, dan mudah dijinjing kemana-mana. AAAAAH Tidaaaaaak! Aku pengen banget bawa pulang ZenBook UX333 UX433 UX533, Laptop Ultra Tipis dan Ultra Ringkas ini!!!

Seorang wanita sangat senang membawa Asus ZenBook dalam pelukannya.

Perbedaan yang mencolok dibanding laptop pada umumnya, ZenBook UX333 mengusung layar 13 inci dan ZenBook UX433 mengusung layar 14 inci. Kedua laptop ini dilengkapi dengan fitur unik NumberPad, yaitu tombol numpad yang terintegrasi dengan touchpad. Sementara ZenBook UX533 mengusung layar 15 inci dan dilengkapi dengan tombol numpad fisik.

ASUS juga menyertakan jajaran ZenBook Classic terbaru dengan teknologi ErgoLift Design. Teknologi ini membuat bodi tiga ZenBook Classic terbaru menjadi terangkat dan membentuk sudut 3 derajat. Posisi tersebut membuat jajaran ZenBook Classic terbaru kali ini semakin ergonomis dan nyaman untuk mengetik. Enak banget kan ?!!!!

Enggak malu dan enggak malas menjinjing laptop Asus ZenBook UX333 ini.
Demia tak ragu berlari di tengah Jalan Asia Afrika membawa Asus ZenBook seri teranyar.

Belum lagi ada teknologi harman/kardon yang sudah ada di dalam laptopnya, bisa dengerin musik dengan suara mantap. Kemudian face recognition yang bisa mengenal wajah kita dalam keadaan gelap. Nah, berbagai aplikasi di laptop juga bisa masuk deh, tuntas, enak, ngga ada drama lagi dalam dunia per-laptopan. Mantap kali ini laptop. Berdoa dulu, lalu minta mahar Asus ZenBook kemudian.

Kudekap Asus ZenBook, niscaya dia akan hadir di kamarku.

Saya dan teman-teman blogger berfoto sembari mengelilingi Jalan Asia Afrika. Mulai dari titik nol kilometer Kota Bandung, pejalan kaki di Jalan Asia Afrika, tugu BRAGA depan bank bjb, melipir ke Museum Konperensi Asia Afrika, foto bareng di depan Gedung Merdeka, sampai ada yang foto bareng para cosplayer hantu di sepanjang Jalan Sukarno samping Sungai Cikapundung. Seru banget!

Berfoto di depan Gedung Merdeka.

Setelah itu, kami kembali ke Savoy Homann dan beristirahat sambil menunggu Magrib. Usai salat, kami turun ke bawah untuk menikmati santapan makan malam di Hotel Savoy Homann yang melegenda.

Teh Nchie lagi ngetik depan Savoy Homann.

Saat memasuki restoran di Hotel Savoy Homann, kudapan yang selalu aku pertama rasakan adalah dessert! Kalau dessertnya sudah enak, niscaya makanan lain pun mancapoy. Ya, enggak usah ditanya sih kalau Savoy Homann, mah. Hotel yang dijadikan tempat para pejabat saat KAA bermula ini emang panutan!

Aku mencicipi air mancur coklat yang sedari dulu aku sukai. Ada potongan buah dan marshmallow yang aku masukkan ke air mancur. Terus, aku pun mencoba kue bolunya yang enggak enek atau kemanisan. Terus, kudapan khas Sunda yang enggak boleh dilewatkan.

Chef Asep memotong daging di acara hidangan malam BBQ ala Savoy Homann.

Belum lagi live cooking barbeque sama chef di sana. Asik banget bisa makan malam sambil dengerin Kak Katerina @travelerien dan Kak Anjas @anjas_maradita yang bikin heboh kita-kita ngisi kuis di grup Whatsapp. HAHAHA. Terus, deg-degannya, mereka mengumumkan 10 pemenang lomba Instagram.

Alhamdulillah, aku menang! Hehe senaaaang sekali rasanya. Bersyukur banget bisa ikutan Asus Blogger Gathering Bandung sembari dikenalkan Asus ZenBook terbarunya. Intinya, mimpi-mimpi dulu ada laptop ringkas dan ulet ini sudah ada tahun ini! Bukan masalah lagi di era 4,0 yang katanya udah mau 5,0 masih males bawa laptop kalau lagi jalan-jalan, haha. Cus kepoin geeengs!

Selamat Berjalan Lebih Jauh~

8 thoughts on “Bukan (Lagi) Masalah, Jinjing Laptop Sambil Jalan-Jalan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *