5 Rekomendasi Wisata di Surakarta

5 Rekomendasi Wisata di Surakarta

Surakarta atau kerap disebut Solo sering menjadi destinasi pulang kampung bagi beberapa orang. Namun buatku, Jawa bagian tengah hingga timur begitu asing. Makanya, setiap ada kesempatan untuk pergi, baik bersama teman atau saudara, Jawa Tengah dan Timur, bahkan Bali adalah tujuan.

Pertama kali menginjakkan kaki ke Surakarta, tidak ada kata selain ingin merebah di hotel. Tapi, karena judulnya adalah rekomendasi wisata ke Solo, nampaknya aku harus segera bergegas mengingat kembali memori di mana aku menghabiskan waktu berharga 3 hari dua malam bersama Hilda, Jennisa, dan Ocin. Hasil merampok waktu yang cukup sulit setelah agak berdebat dengan bos di kantor.

Perjalanan ke Surakarta dari Bandung memakan waktu sekitar 8 jam, (cmiiw). Mengandalkan ponsel pintar, kami berselancar. Pokoknya, apapun yang gratis dan murah, mesti dikunjungi. Hari pertama, kami mengelilingi Surakarta menggunakan transportasi daring. Mulai dari Museum, Mal, hingga tempat makan. Ini bisa jadi rekomendasi wisata ke Surakarta yang dapat kamu kunjungi.

Pendopo Museum Pura Mangkunegara
  1. Museum Pura Mangkunegara

Museum ini terletak di tengah kota. Halaman yang sangat luas biasa dipakai konser musik. Di dalamnya terdapat museum peninggalan kerajaan Solo mulai dari Pura Mangkunegara 1 sampai sekarang. Kalau enggak salah, sudah sampai 8 apa 9 ya hehee. Di sana terdapat alat makan, parfum, alat keamanan perang, sampai koin. Pas di museum, kita enggak boleh mengambil gambar. Tapi kalau di area luar, seperti pendopo, tempat duduk, dan taman, diperbolehkan kok. Mereka menarik biaya Rp 10,000 per orang. Kita juga akan ditemani pemandu supaya kita bisa mengenal setiap sudutnya. Oh ya, nanti sepatu atau sendal kita harus dimasukkan ke keresek, disediakan kok kreseknya.

Pemandu menjelaskan soal Pura Mangkunegara.

2. Museum Pers Nasional

Museum ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Pertama kali ke Surakarta, lalu tahu ada museum pers, semangat banget aku ke sini. Di depan museum terdapat mading yang berisi koran. Beberapa orang tengah membaca, sesekali ada yang menulis informasi. Betapa bahagianya mereka masih membaca koran di mading.

Masuk ke dalam, terdapat aula yang luas. Di pinggir kanan dan kiri terdapat ruangan baru yang bisa kita kunjungi. Di lorong (bukan terlalu lorong sih), ada patung-patung yang membentk orang. Mereka adalah para pahlawan (beberapa) dan orang berpengaruh dalam dunia jurnalistik. Tak lupa, ada penjelasannya di bawah patung. Terus, ada beberapa diorama mengenai perjalanan jurnalistik di Indonesia. Dari jaman penjajahan, proklamasi, hingga orde lama, orde baru. Masuk ke ruangan baru di sayap kiri, terdapat ruangan yang diisi oleh berbagai alat cetak, peninggalan mesin radio, printer, mesin tik, koran-koran lama dari berbagai kota, sampai Anjungan koran mandiri milik Koran Jakarta, kalau enggak salah. Terus, di etalase dinding terdapat sejarah wartawan yang berprestasi dan dibunuh karena berita.

Halaman depan Keraton Surakarta

3. Keraton Surakarta

Meskipun banyak orang yang ke sini, ya semacam turis lokal atau luar negeri, kayanya emang wajib juga deh. Di Keraton ada peninggalan berbagai macam kehidupan kerajaan. Seperti delman, tempat menumbuk nasi, kisah jaman dulu, danlain-lain.

Keraton ini berbentuk segiempat. Di tengahnya terdapat taman yang luas namun tak terlalu bagus dan rapi. Teras yang berbentuk persegi panjang cukup luas dan memiliki kursi duduk yang berada di sepanjang jalan. Tak terlalu banyak, tetapi membantu untuk para pelancong saat kelelahan. Keraton Surakarta diisi oleh banyak benda peninggalan sejarah kerajaan. Mulai dari alat masak, buku, prototipe manusia, dan berbagai kebudayaan lainnya.

Buat kamu yang suka menyelami sejarah, Keraton ini cocok buat didatangi. Apalagi kalau suka dengan buah tangannya yang terbuat dari serat pohon. Di luar museumnya, para pedagang berjualan buah tangan. Ada miniatur gajah, delman, topeng, bahkan kipas anti galau yang dibanderol Rp 2000 saja.

Di dalam Keraton Surakarta.

4. Galabo Kuliner

Buat pencinta kuliner, jangan lewatkan pergi ke Galebo. Di sana terdapat halaman luas dengan banyak tempat duduk serta berbagai stan makanan. Mulai dari gulai, rawon, berbagai es, sate, dan lain-lain. Semua bisa dipilih di Kuliner Galebo ini. Kamu bisa datang ke Galebo usai Salat Isya. Jangan khawatir karena tempatnya cukup luas, baik parkir motor atau mobil. Tapi, waktu itu saya pergi nai transportasi daring, jadi tinggal turun aja. Soal rasa, mungkin selera. Tapi kalau suasana, ya kaya pujasera, Galebo tertata rapi dan bersih. Soal ramai, mungkin kalah Sabtu malam area ini bakal ramai. Waktu itu, saya ke sana di hari biasa, dan masih jam 19.30 WIB, jadi belum ramai.

Pintu masuk Kuliner Galabo.

5. Pasar Klewer

Kalau mau belanja batik, salah satu pasarnya ya ke Pasar Klewer. Pasar ini sudah jadi destinasi favorit pelancong kalau ke Solo. Di sana, ada kurang lebih 3 lantai terbuka yang diisi banyak jongko. Setiap ke sana, aku selalu kepagian. Jadi Pasar Klewer mulai ramai pukul 10.00 WIB an ya. Mau cari buah tangan juga bisa ke Klewer. Cara ke sana juga mudah kok, tinggal naik bis kota aja, nanti sampai ke Klewer. Jangan lupa lihat cirinya ya, atau tanya sama keneknya. Bus kota di sana juga sudah enak. Tunggunya di Halte ya!

Lantai tiga Pasar Klewer.

4 thoughts on “5 Rekomendasi Wisata di Surakarta

  1. Senangnya udah dipublish, sempat nunggu karena story instagranmu yg terlalu aktif soal jalan-jalan ini 😎 | bisa jadi referensi kalo (mungkin berkesempatan) singgah ke Surakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *