Siap Mengudara dari Bandara Kertajati

Siap Mengudara dari Bandara Kertajati

Sejak awal peresmian adanya Bandara Kertajati, saya ingin sekali bisa mengudara dari sana. Alasannya, pengen mencoba suasana bandara yang digagas oleh Pemprov Jabar, serta keindahan dan kemegahan Bandara yang berdiri di atas tanah Majalengka.

Kata ibu, Majalengka kota yang asri dan bersih. Apalagi saya yang belum pernah ke sana! Haha. Sejak ada bandara itu jadi pengen banget kan ke sana. Tapi belum tahu penerbangan apa sih yang ke sana btw?

Setelah penasaran sekian lama, ternyata enggak lama banyak berita berseliweran kalau Bandara Kertajati ini sepi gengs. Sepi…. Iya, bahkan sampai beneran kursi pada kosong dan jadi bisa botram di sana. Btw, tahu botram enggak? Makan asik ngampar pake karpet di tengah bandara atau di sekelilingnya! Waduh.

Setelah ramai diperbincangkan, tak berapa lama bakal muncul regulasi baru bahwa per 1 Juli 2019, beberapa rute domestik bakal dipindahkan ke Kertajati! Wihi… Bakal ada plus minusnya pasti. Tapi, kalau buat aku sih bisa jadi ajang jalan-jalan lihat Majalengka dan menikmati suasana Bandara Kertajati. Tapi, enggak sedikit juga yang kena imbasnya akibat pemindahan ini. Selain jarak menuju Bandara yang jauh, lah biasanya kan di Bandung yak, eh sekarang ke Majalengka gengs.

Terus, pas tanggal 22 Juni 2019, saya berkesempatan buat ikut FGD sama beberapa pihak baik dari Angkasa Pura, Kemenhub, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) bersama teman-teman media, travel blogger, tour leader, agensi perjalanan, dan lain-lain. Focus Group Discussion berjudul ‘Era Baru Industri Aviasi di Tanah Pasundan’ ini digelar oleh Komunitas Masyarakat Pecinta Aviasi di Grand Ballroom Hotel Grand Mercure Setiabudi.

President Director AP II, Muhammad Awaluddin PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II menyatakan kesiapannya melayani perpindahan penerbangan maskapai jet domestik dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung ke Bandara Kertajati di Majalengka. Sesuai rencana, perpindahan 56 penerbangan yang meliputi 13 rute domestik ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tersebut akan dimulai pada 1 Juli 2019 mendatang.

Pak Awaluddin bilang bahwa mereka optimis bahwa Bandara Kertajati ini akan menjadi menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah-daerah di Jawa Barat secara keseluruhan. Dengan hadirnya bandara Kertajati tentu bisa mendorong ekonomi masyarakat dan daerah di sekitarnya.

Jajaran pembicara pada FGD di Grand Mercure Setiabudi.
Travel Blogger yang mengikuti FGD menyoal Bandara Kertajati.

Nah, gengs, optimisme ini perlu kita sambut. Kata Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Agus Taufik Mulyono kita sebagai masyarakat untuk tidak mencibir kebijakan pembangunan Bandara Kertajati.

“Jangan hanya mencaci-maki, tetapi seharusnya cari solusi. Jangan hanya melihat kepentingan Bandung saja karena saya yakin dengan pemindahan penerbangan itu pariwisata Bandung tidak akan mati karena sudah dikenal sebagai kota Pendidikan dan wisata kulinernya,” kata Agus.

Tapi kan, jauh Fat aku orang Bandung mau ke Bali kudu ke Majalengka~

Nah, kalem gengs. Terkait kendala tersebut, karena kita harus melalui perjalanan darat cukup jauh menuju Bandara Kertajati, ada solusi yang diperlukan yaitu angkutan shuttle bus yang andal dengan penambahan simpul pemberangkatan ke Bandara Kertajati dari Bandung maupun kota-kota lain disekitarnya.

Enggak kalah penting, angkutan itu harus bersubsidi agar masyarakat bisa tertarik menggunakannya.

Jalan keluar berikutnya, Pemerintah harus mempercepat pembangunan tol Cisumdawu. Karena dengan beroperasinya tol tersebut, waktu tempuh penumpang dari kota-kota di sekitar Bandara Kertajati menjadi lebih cepat.

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Agus Taufik Mulyono.

Duh, siapa yang enggak sabar menunggu shuttle bus bersubsidi buat ke Bandara? Aku~

foto oleh  Azis Zulkhairil
foto oleh  Azis Zulkhairil.

Ternyata geng, Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Andreas Wijanto menyebut sudah ada 19 operator bus dan 167 armada angkutan umum yang siap melayani transportasi darat dari dan menuju Bandara Kertajati. Nanti dari sana ada shuttle bus menuju Bandung, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Tasikmalaya, Cikarang, Indramayu, Purwakarta, dan Sumedang.

Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi, karena dengan hadirnya Bandara Kertajati akan membuka pariwisata di daerah Timur Jawa Barat.

Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Andreas Wijanto

Yes, makin senang, aman, dan bahagia deh! Udah dikasih shuttle bus dan diharapkan bersubsidi, bisa main ke Majalengka juga kan pulangnya. Jadi, enggak khawatir kudu naik apa ke Kertajati yang nun jauh di sana.

Buat saya, malah jadi destinasi harapan saat ini supaya bisa ke Majalengka. Pasalnya, sampai saat ini belum pernah ke sana. Pengen deh nyobain Mangga dan kotanya yang berkarakter. Bahkan, Kemenpar dan Dinas Pariwisata setempat juga suka menghelat beberapa festival. Nah lho, yuk kita beri exposure buat Majalengka dan Kertajati!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *