3 Tempat Berharga di Purwakarta

3 Tempat Berharga di Purwakarta

Siapa bilang Purwakarta enggak worth to visit? Kamu belum menemukan saja hidden gems-nya Purwakarta! Kalau dari Bandung, Purwakarta cuma ditempuh 30 menit aja lewat tol. Jadi, no more alasan kalau kamu males ke sana. Soalnya, ada tempat berharga di Purwakarta yang mesti kamu sambangi.

Kenapa aku bilang kota kecil ini worth to visit? Pasalnya, Purwakarta adalah kota sejak aku kecil. Di kota itu, aku pernah menimba ilmu Taman Kanak-Kanak! WKWK. Semakin lama, Purwakarta semakin nyaman untuk ditinggali. Meski suhu kotanya enggak bisa disamakan kayak Bandung, Purwakarta juga punya beberapa tempat yang asyik buat jadi tempat refreshing.

Beberapa waktu lalu, aku diajak oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat untuk mengunjungi beberapa tempat di Purwakarta. Langsung deh ya kita urutkan tiga tempat berharga di Purwakarta!

Jatiluhur

Jatiluhur

Kami mengunjungi Waduk Jatiluhur yang saat ini semakin baik pengelolaannya. Bersih, adem, dan banyak wisata seru di kawasan tersebut. Kalau ingat Purwakarta, ya pasti Jatiluhur dong! Asyiknya, di kawasan tersebut ada d’Jatiluhur yang terdiri atas restoran, spot selfie, dan kafe yang menghadap Dam Jatiluhur. Kalau mau masuk harus bayar lagi sekitar Rp 10,000 – Rp 15,000. Oh ya, kalau cuma masuk Jatiluhurnya saja, hanya membayar Rp 10,000 ya.

Selain d’Jatiluhur, kamu juga bisa sekadar ngaso adem di kawasan danau, naik perahu, atau main ke kolam pasir dan Waterboom. Asyik kan!

Wisata Keramik Plered

Mau lihat bagaimana proses pembuatan keramik atau gerabah dari tanah liat? Coba deh ke Plered! Jangan sampai kamu melewati kawasan ini karena di sini banyak perajin yang menghasilkan karya. Mulai dari poci, celengan, gucci, hingga tempat duduk dari tanah liat.

Selain melihat toko keramik yang berjejeran, kamu bisa melihat proses pembuatannya lho. Di sana kau bisa ngobrol bareng bapak pembuat gucci, pembakar gerabah, dan proses lainnya yang bikin wawasan kamu nambah.

Kalau mau lihat yang lebih banyak, kamu bisa mengunjungi UPTD Keramik di Plered, dari unsur pemerintahannya. Kalau mau pesan dan mau ikut paket wisata Plered, bisa kunjungi instagram @keramik_pwk. Soalnya, dulu aku juga ikutan paket wisata Plered, kolaborasi dengan Prodi Pariwisata-nya Universitas Pendidikan Indonesia.

Rumah Makan Bu Ani

Bosan dengan sate maranggi? Jawabannya ya Rumah Makan Bu Ani. Rumah makan yang berdiri sejak lama (entah, kayanya 70-80an, soalnya Bu Haji Ani menolak diwawancara. Malu katanya) ini menawarkan eksotisme kuliner sunda! Ada berbagai macam pepes mulai dari pepes teri, jamur, tahu, dan lain-lain.

Selain pepes, kamu juga disuguhkan goreng ikan kecil, bakwan jagung, sambal tomat, dan lalapan yang super lengkap! Kalau mau ada tambahan ayam, pesan saja bakakak ayam.

Rumah makan Haji Ani ini memang tidak terlalu besar. Interiornya masih seperti bangunan lama. Di fasad depan, terdapat kursi dan meja. Masuk ke dalam, terdapat 5-6 meja. Kalau suka makan ala lesehan, kamu bisa berjalan ke dalam lagi ya.

rm bu ani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *