Biaya dan Akomodasi Pergi ke Turki

Biaya dan Akomodasi Pergi ke Turki

istanbul
Istanbul

Sebulan sebelum keberangkatan, saya baru bergegas untuk lebih giat mencari dana dan mengerjakan beberapa pekerjaan supaya honor datang lebih cepat. Maklum, pekerja lepas yang enggak mau lepas dari pekerjaan, hehe.

Pergi ke Turki semacam sebuah luxurious buat saya. Lantas, sepertinya pergi ke negara yang cukup jauh dari Indonesia seperti belum terlihat hilalnya di kepala. Berbagai macam alasan seperti tiket yang mahal dan visa yang belum tentu di-approved jadi kesulitan untuk bisa menjangkau negeri-negeri Eropa. Jadi, saya hanya membayangkan negeri-negeri South East Asia yang tanpa visa dan tiket PP nya tidak terlalu mahal. Kalau tidak, ya living cost-nya enggak mahal.

Ternyata, Tuhan menakdirkan saya untuk ke Turki lebih cepat. Ibaratnya, seperti mendapatkan rumah saat saya hanya ingin nge-kost aja. Gimana sih bayanginnya??? WKWKWK Aku juga enggak paham. Tapi inilah keajaiban takdir yang mesti dijemput dengan usaha-usaha yang enggak gampang. Oke langsung aja, ini mah latar belakang dulu ya~

Oh, ya ngapain Fat ke Turki? Alasannya bisa BACA DI SINI ya!

Istanbul

Biaya ke Turki

Biaya ke Turki sebenarnya bisa kamu lihat via traveloka, skyscanner, wego, dan situs pencarian maskapai yang kalian suka. Sering mengecek harga penerbangan ke Istanbul membuat saya tahu harga rata-rata pergi ke sana kalau dipesan sejak jauh hari.

Kami sering melihat harga penerbangan dua sampai tiga bulan sebelumnya. Rata-rata memang di harga Rp 7 juta sekian sampai Rp 8 juta sekian. Bahkan, waktu Zizah, teman kami, mengecek, dia mendapatkan harga yang bisa Rp 5 juta.

Jadi, waktu itu Traveloka dan tiket.com punya diskon sampai Rp 1 juta untuk pemesanan penerbangan internasional. Bahkan mereka memperpanjang diskon sejuta tersebut. Oh ya, semakin mendekati tanggak impian kepergian, kita lihat sih semakin naik harganya.

Waktu itu, kami memesan di malam hari, di mana semuanya berada di tempat yang berbeda. Kami berdiskusi secara virtual alias by WhatsApp. Akhirnya kami meluncur ke tiket.com untuk membeli tiket PP CGK-IST dan IST-CGK di tanggal yang telah kami tentukan.

Kami mendapatkan tiket termurah (tentu diurutkan dari yang termurah HAHA) dari Oman Air dengan total transit 38 jam!!!!!! 19 jam pas pergi, 19 jam pas pulang. Enggak apa-apa, karena yang lain harganya makin melambung.

Setelah check out, kami pasang kode diskon sejuta itu. Voila! Kami mendapatkan harga Rp 7.412.100 dari harga Rp 8.412.100. Itu sudah PP ya guys.

Saran, jika ingin mendapatkan tiket dengan harga miring dari biasanya, sering dan rajinlah dalam mengecek harga tiket supaya mafhum harga sekitaran ke negara tujuan. Kalau mau penerbangan langsung, tentu ada dong pakai Turkish Airlines. Namun, harganya bisa 2 kali lipat. Kita sih enggak apa-apa biar bisa merasakan negara lain pas transit. Welcome Oman!

Hagia Sophia

Buat e-Visa ke Turki

Aku kira membuat visa Turki itu sesulit visa ke Korea atau Jepang (tanpa e-passport). Karena beberapa visa biasanya harus menyertakan rekening koran. Ya enggak apa-apa juga soalnya takut kita jadi gembelita di tempat orang terus enggak ada yang ngejamin kan wassalam.

Visa ke Turki ternyata semudah itu. (cry…..). Kamu tinggal isi data diri di situs resmi pembuatan e-visa Turki. Menurut aku mending persiapan matang sejak awal sih jadi kamu buat aja visa elektronik langsung pas di Indonesia beberapa minggu sebelum keberangkatan.

Harga pembuatan e-visa ke Turki sebesar $25 atau ya itung aja berapa. Tentu pembayarannya menggunakan kartu kredit seperti yang berlogo Visa atau Mastercard. Tapi, buat kamu yang menggunakan Jenius, enak banget sih. Tinggal taro dana kamu ke e-card supaya bisa digunakan jadi kartu kredit. Tapi rata-rata keambilnya (dalam rupiah) kurang dari Rp 375,000. Waktu itu aku pake kartu kredit BNI. Sedangkan Daus, teman kami, bisa menggunakan Jenius. Harga keambil uang rupiahnya pun jadi beda dikit sih. Paling sepuluh ribu sampai dua puluh ribuan sepertinya.

Kemudian, kurang dari beberapa jam, e-visa mu sudah muncul di email (apa di website setelah pembayaran ya? HAHA). Intinya, kayak cepet aja tanpa babibu. Yowes melesat cussss~~~~~~

Biaya ke Bandara Soekarno Hatta dari Bandung

Berhubung saya warga Bandung, tentu perlu biaya untuk mencapai bandara. Biasanya, saya pergi menggunakan Primajasa dari Batununggal dengan harga Rp 115.000 (kalau belum naik). Mereka selalu siap setiap jam. Artinya keberangkatan mereka setiap ja ya guys. Kalau kalian bingung mau ke bandara jam berapa atau pengen menyesuaikan dengan waktu berangkat, konsultasikan saja ke pelayan tiket Primajasa. Survey ke pool Primajasa Batununggal atau Caringin.

Kalau mau menggunakan travel, tingga beli tiket travel ke bandara pakai traveloka juga ada. Bisa menggunakan Lintas Shuttle, X-Trans, dan banyak pilihan lainnya. Semua tergantung kenyamanan kamu mau berangkat dari pool yang mana. Harganya sih enggak jauh dari seratus ribuan. Rata-rata di bawah Rp 150,000 kok.

Karena saya waktu itu harus berangkat dari rumah Sekar di Jakarta, jadi saya dan Zizah naik Lintas Shuttle dari BTC Pasteur ke Jakarta. Rp 110,000 enggak sih harganya? WKWK Lupaaa teroos. Segituan harganya kok guys. Terus udah dapat minum juga.

Pengalaman naik Lintas Shuttle, mobil akan berhenti kalau di tempat pemberhentian Lintas di beberapa rest area. Jadi kami bisa beli camilan di minimarket rest area gituuuu.

Naik travel atau Primajasa ke bandara sudah pasti diturunkan tepat depan terminalnya ya. Jangan lupa lihat tiket penerbangan supaya tahu di mana kalian turun. Soalnya kan ada terminal 1, 2, 3, dan lain-lain, HEHE

Selamat menjelajah lebih jauh!

Blue Mosque

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *