hatyai
Thailand

Hat Yai Trip, Pergi dari Kuala Lumpur Pakai Bus

“Bus-nya tinggal yang malam pukul 20.30 menuju Hat Yai,” kata penjaga counter di Terminal Bersepadu Selatan (TBS), Kuala Lumpur.

Haduh, mana aku sudah memesan hotel bintang 3 dengan paket sarapan di Bhava Residence, Hat Yai. Hilang sudah uang Rp365000 untuk hotel dengan potongan yang lumayan di online travel agent yang aku beli saat momen 12.12.

Aku berbalik dan menjauh dari counter-counter bus yang menyediakan perjalanan domestik hingga perbatasan dari Kuala Lumpur. Terminal yang cukup megah dan lengkap ini membuatku nyaman untuk duduk-duduk di kursi belakang sambil berpikir apa plan selanjutnya. Mungkin, bisa beli sarapan dulu.

Aku sudah memesan tiket round trip CGK-KL untuk lima hari. Perjalanan solo ini akan menjadi perjalanan pertama yang mengasyikkan! Setelah mencoba banyak hal sendirian (nonton bioskop, ngafe, jalan kaki/olahraga, jalan-jalan ke kota lain sendirian), sekarang saatnya mencoba pergi ke luar negeri sendiri. Awalnya, aku ingin pergi ke negara yang belum pernah dikunjungi seperti Vietnam. Tetapi, aku memutuskan pergi berkunjung ke teman yang sudah 5 tahun tidak bertemu, Anne, yang sekarang menetap di Malaysia.

**

Perjalanan ke Hat Yai tentu menjadi salah satu rencana yang harus dilaksanakan. Karena aku ingin mengunjungi tempat yang belum pernah disambangi. Soalnya, kalau Kuala Lumpur aja, rasanya yaaa gitu-gitu aja, sama seperti beberapa tahun sebelumnya. Malaysia bukan lagi destinasi anyar. Aku sudah pergi ke sana dua kali pada tahun 2017 dan 2019. Di tahun 2023, merupakan kunjungan ketiga kali dengan rencana yang slo-mo. Aku tidak menyusun itinerary yang rinci, hanya ada di kepala. Saking begitu slo-mo, aku pun tidak dapat bus untuk pergi ke Hatyai di pagi itu.

Setelah berkutat di layar gawai untuk memesan hostel yang lebih murah (aku kembali memilih dormitory supaya bisa setengah harga alias hanya Rp165.000 ahahahah), aku pun melangkah ke supermarket di dalam TBS untuk membeli air mineral dan setangkup roti isi tuna. Setelah itu, aku pun membeli tiket TBS-Hat Yai melalui self-service machine yang sangat mudah untuk digunakan. Kamu tinggal ketik tujuan dari mana dan ke mana, pilih waktu, pilih operator bus, kemudian bayar dengan ringgit kertas.

Saat itu aku pilih operator Bus Alisan, keberangkatan pukul 23.55, dengan harga sekitar RM80.

Kemudian, aku pun kembali ke kota untuk jalan-jalan. Dari TBS, aku menggunakan RapidKL ke Masjid Jamek (LRT). Karena dulu pernah ke sana, jadi aku akan mencari makan dan ngopi di sekitaran Masjid Jamek (sambil nunggu waktu Zuhur).

**

Aku pamit kepada Ann untuk pergi ke TBS. Saat itu sudah pukul 22.00. Aku diantar oleh Ann menuju lobby apartemennya dari lantai 23 sambil menunggu AirAsia ride dengan tarif RM10 di waktu yang padat. Maklum, KL masih saja macet di jam tersebut. Kalau lihat di aplikasi Grab, bisa RM 25 untuk sekali jalan ke TBS dari apartemen Ann.

Setelah meninggalkan apartemen, kurang dari 20 menit, aku sampai ke TBS. Waktu masih menunjukkan 40 menit lagi sebelum berangkat. Langsung saja aku mengambil tiket dan masuk ke gate yang sesuai dengan memindai barcode yang ada di kertas tiket. Gerbang pun terbuka. Aku langsung mencari pintu gate menuju Hatyai dengan Bus Alisan. Terpantau hanya 4 orang yang menunggu di gate yang sama.

Bus besar itu pun datang. Penjaga gate memeriksa tiket dan mempersilakan kami masuk ke dalam bus sesuai dengan tempat duduk. Aku duduk di seat 2A dengan kursi sendiri. Bus tersebut memiliki baris kursi 1-2 yang difasilitasi selimut setiap kursi, colokan listrik, dan kursi yang cukup bisa menyender ke belakang dengan baik. Selama perjalanan, aku pun tidur karena hari memang sudah larut.

***

Bus Alisan memiliki ruang yang cukup besar, luas, bersih, dant terdapat jam digital di atas tempat duduk sang supir. Aku bisa melihat waktu secara berkala dari sana. Penumpang di bus tersebut mungkin hanya 5-6 orang. Terlihat mereka lihai dan sudah terbiasa dengan perjalanan ini. Bagaimana tidak, mereka seperti sudah tahu kapan harus naik dan turun, serta kapan membawa tas untuk melewati Kantor Imigrasi Malaysia dan Thailand di pagi hari.

Pukul 05.00 kami berhenti di tempat peristirahatan sambil menunggu kertas pengecekan dari Imigrasi Thailand. Pak Supir meminta paspor kami semua untuk kemudian ditaruh di keranjang.Hampir semua penumpang turun dan pergi ke toilet sambil menunggu paspor kami selesai.

Di tempat peristirahatan, terdapat supermarket, tukang nasi dan mie, oleh-oleh, dan barisan kursi yang pastinya bisa diduduki. Tentu kondisi Subuh itu sangat sepi. Hanya bus kami yang mangkal sambil menunggu paspor kembali. Saya hanya membeli tissue dan kembali ke bus karena takut tertinggal.

Setelah lebih dari 30 menit, bus pun jalan kembali. Suasana pagi itu cukup sepi. Pemandangan jalanan hanyalah kebun-kebun berserakan, pepohonan, dan rumput liar. Sesekali aku melihat bangunan dan kota yang tidak ramai dengan penduduk. Namun, plang-plang toko dengan tulisan keriting ala Thailand sudah muncul. Ya, aku sudah sampai di Thailand, di Kota kecil bernama Hatyai. Perbatasan antara Malaysia dan Thailand!

Border menuju Hat Yai
Border Hatyai

Waktu menunjukkan pukul 07.00. Semua orang turun dari bus. Tentu, aku pun mengikuti mereka. Ternyata, kami sudah sampai di pool Alisan Hatyai. Oh, ternyata kami sudah sampai. Kemudian, para penumpang banyak yang menukar tiket pulang di pool tersebut. Namun, aku belum memesan tiket pulang karena berencana menggunakan kereta api. Langsung saja aku mencari tujuan Hatyai Train Station untuk mengecek jadwal kepulangan besok.

Dari pool Alisan, hanya 1kilometer untuk menuju stasiun kereta api. Aku berjalan kaki sambil menikmati Kota Hatyai yang cukup sepi, toko-toko masih tutup, ojek-ojek menunggu penumpang sambil melambaikan tangan, burung-burung terbang, langit sangat biru. Kota yang sepi itu mengingatkan aku dengan Bandung. Jika kamu pernah ke Jalan ABC, Jalan Cibadak, dan Jalan Sudirman di Kota Bandung, kamu akan familiar dengan Hatyai. Kota ini mirip sekali dengan ketiga jalan di Bandung tersebut.

Setelah sampai di Hatyai Train Station, aku menuju loket untuk bertanya soal waktu keberangkatan ke Padang Besar. Ya! Kita tidak bisa langsung menaiki kereta api ke Kuala Lumpur karena kereta menuju Malaysia yaitu ke Kota Padang Besar. Dari Hatyai, kita bisa menaiki kereta ke Padang Besar, kemudian dilanjutkan ke Kuala Lumpur. Jadi, kita harus menaiki dua kali kereta dengan waktu yang terbatas.

“What times to Padang Besar?”

Penjaga loket hanya menjawabku dengan bahasanya sendiri. Ia menyuruhku pergi ke loket informasi di sebelahnya. Lalu aku bertanya ke pusat informasi menggunakan Bahasa Inggris. Tentu saja dia paham Bahasa Inggris seraya menjawab bahwa kereta ke Padang Besar hanya ada pukul 07.00 dan 14.00 waktu Thailand. Ya, waktu di sini tidak ada perbedaan dengan Waktu Indonesia Barat.

Setelah itu, aku pun mengecek KTMB Apps, sebuah aplikasi pemesanan kereta di Malaysia. Aku mengecek KTMB Apps dari Padang Besar menuju Kuala Lumpur. Di sinilah aku mengalami kecerobohan~

Jika aku pergi pukul 07.00 pagi dari Hat Yai, maka aku akan datang ke Padang Besar sekitar pukul 08.00 pagi waktu Hat Yai. Sedangkan Padang Besar sudah memasuki pukul 09.00. Karena aku lupa perbedaan waktu antara waktu Thailand dan Malaysia, aku pun dengan percaya diri memesan kereta Padang Besar- Kuala Lumpur pukul 09.00. Tentu tidak akan bisa karena aku harus punya waktu kosong kurang dari 1 jam untuk proses imigrasi Padang Besar! Karena aku ceroboh dan baru sadar akan kecerobohan ini keesokan harinya, langsung saja aku pesan bus dengan harga termurah 🙁

Naik kereta itu sangat mahal~ Kita harus merogoh lebih dari RM100 untuk kereta dari Padang Besar ke Kuala Lumpur atau sebaliknya. Kalau dari dan ke Hatyai sih murah hanya THB 50.

Jadilah aku kehilangan uang lebih dari RM100 HHAHAHAHAHAH. Sudahlah~ Aku pun mengambil bus kepulangan jam 10.00 pagi dengan estimasi waktu sampai Kuala Lumpur sekitar 9 jam. Nahas, aku menempuh 12 jam perjalanan! Pukul 10.00 pagi berangkat, kembali ke KL pukul 21.30 🙂

Semoga menjadi pelajaran buat teman-temin yang mau ke Hat Yai dari Kuala Lumpur. Kalau mau nanya, boleh ke DM Instagram @fathiauqim atau komentar di bawah ya!

Kafe di Hat Yai

BACA: KELILING MALAYSIA 7 HARI DARI JOHOR BAHRU SAMPAI KUALA LUMPUR!

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *