Vietnam

Itinerary Vietnam dari Ho Chi Minh ke Da Lat

Sebagai warga korporat ibukota, mencari tanggal merah yang pas dan cocok untuk liburan adalah kemampuan luar bisa. Empat bulan sebelum keberangkatan, Cipa teman saya, yang hobi banget ngabisin uang untuk beli tiket liburan, memutuskan untuk melancong ke negeri tetangga satu ASEAN. Apalagi kalau bukan Vietnam yang lagi naik daun di Tiktok! Inilah itinerary Da Lat yang mau aku kupas.

Kalau bukan karena maskapai Vietjet yang buka penerbangan Jakarta- Ho Chi Minh, rasanya urung untuk menghabiskan Rp2 jutaan PP. Bahkan waktu itu, aku dan Cipa nemu harga sekali pergi ke sana di bawah sejuta alias 900ribuan. Tentu kalap sekali! Soalnya, hasil komparasi harga saat awal tahun, untuk pergi ke Vietnam butuh tiga jutaan pulang-pergi. Langsung saja saya lihat tanggal merah yang tertera di kalender, yes ada! Kami berencana pergi saat tanggal merah Maulid Nabi di akhir September 2023.

Beli tiket di aplikasi apa sih?

Aku sering banget pakai skyscanner, sebuah aplikasi atau mesin pencarian harga tiket yang bisa membandingkan dari berbagai online travel agent (OTA). Setiap hari, pasti harga tiket berubah-ubah. Jadi, kalau kalian udah nemu harga yang cocok dan di bawah rata-rata sih, gas aja. Skyscanner bisa membandingkan dari harga termurah, durasi terbang tercepat, atau perjalanan tercepat tanpa transit.

Kemarin, akhirnya Cipa membeli via mytrip atau nusatrip ya? Aduh lupa. Kami mendapatkan harga termurah dari sana. Total pembelian masih di angka Rp2 jutaan pulang pergi, lalu ditambah penerbangan ke Da Lat sebesar Rp385.000 melalui traveloka.

Waktu itu, kami memutuskan langsung pergi ke Da Lat agar saat mendarat di Ho Chi Minh, langsung pindah ke penerbangan domestik. Sebenarnya, banyak banget masalahnya di sini. Jadi, saranku, jarak waktu landing Ho Chi Minh/ Saigon/ SGN dan waktu boarding ke Da Lat minimal 2 jam deh. Apalagi maskapai Vietjet kayak pasti delay terus wkwkkwwk. Waktu itu kita masih dapet rejeki soalnya penerbangan ke Da Lat delay jadi 19.30 padahal kita jam 18 aja masih baru landing SGN! Saran kedua, jangan lupa check in online ya!

Itinerary di Da Lat

Aku nggak akan mencantumkan hingga detail waktu, tapi bakal ngasih tahu apa aja yang kita kunjungi usai mendarat di Bandara Lien Khuong / DLI. Karena udah cukup malam, sekitar pukul 8 malam, kami langsung turun mencari taksi. Akhirnya kita menerima tawaran taksi bandara yang langsung ngasih harga fix untuk menuju hotel yang kami sewa. Untuk perjalanan sejauh 20-30km dari bandara hotel tujuan, kita bayar 225.000 VND atau sekitar 150ribuan.

Menginap di Dahill 196

Aku pesan kamar via booking.com untuk kamar family yang muat 4 orang. Jujur, ini sangat melebihi ekspektasi kami karena kamarnya buagossssss parah! Aku bayar 400.000 VND alias Rp200ribuan aja untuk kamar seluas dan sebagus ini. Untuk cek video soal Dahill Hotel, bisa liat Tiktok atau akun Instagramku @fathiauqim ya!

Mobilisasi Menggunakan Grab

Kami memutuskan untuk pesen Grab car kemana pun kami pergi. Harganya gak jauh beda kok sama Indonesia, tapi ya cukup murah karena kurs mata uang VND lebih murah daripada Rupiah. Uniknya, kami bisa menikmati duduk di kursi kanan dengan pengemudi di kiri.

Kalau kalian pengen lebih irit, bisa sewa motor. Namun, karena kami ada tiga orang, naik mobil jadi pilihan yang cukup oke dan irit lah dibagi tiga. Plus kenyamanan juga soalnya gak perlu mikir peta. Aku sertakan harga naik grabcarnya, ya.

Datanla Sliding Car

Ini adalah destinasi wajib buat wisatawan deh! Sebelum nyobain sliding car di Arab Saudi atau di Swiss, kamu bisa ke Vietnam dulu buat nyobain naik sliding car di lembah pegunungan yang agak miring, tempat dengan udara sejuk, dan bisa teriak. Harga masuknya 250.000 VND ya atau sekitar Rp167.500-an (ini tergantung kurs penukaran rupiah Anda ya. Kemarin, aku nuker ratenya Rp1 = 0,67 VND)

Garden Hydrangeas

Tempat ini juga luas dan nyaman. Sejuk, dipenuhi kebun bunga, areanya bersih, wc-nya juga bersih. Dengan membayar 100.000 VND atau Rp65.000-an, kamu udah bisa masuk dan bebas pilih minuman di kafenya. Aku memilih latte ice harga 35.000-45.000 VND. Cipa memilih jus wortel dan Mbak Nur memilih kopi susu panas. Buat foto-foto, Garden Hydrangeas sungguh memanjakan mata! Banyak spot foto dan kaca besar yang semakin mendukung kamu melakukan selfie.

Makan Siang di Kampung Melayu Restaurant (HALAL)

Di sini kami gak banyak foto soalnya udah laper banget, sampe Cipa maagnya kambuh. Tenang aja, di sini restoran milik orang Malaysia. Kebanyakan yang dateng juga turis Malaysia. Jadi, banyak makanan Asia yang ramah di lidah kaya ikan, sayuran, dan aneka macam daging. Kita memutuskan makan steam fish, kangkung, dan brokoli. Oh ya, kamu juga bisa ikut salat di sini. Nanti mereka menyediakan karpet di tengah-tengah restoran buat salat! Pengalaman menarik sekali 🙂

Still Cafe

Setelah makan siang yang keburu sore, kami mampir ke cafe paling hits se-Da Lat. Apalagi kalau bukan Still Cafe yang ada patung Ghiblinya. Untuk harga kopi emang agak lumayan ya sekitar 40-70ribuan VND gitu. Lalu aku pesen sea salt lattenya yang dibanderol 65.000VND. Surprisingly, ternyata Still Cafe itu gak cuma cafe aja, di dalemnya banyak tenan lain kayak jualan cake, ramen, makaroni, sampai toko merchandise.

The Beti Da Lat

Karena udah malem, kita harus pindah ke lokasi lain sambil nunggu bis menuju Ho Chi Minh yang diperkirakan pukul 22.00. Karena masih jam 18.00-an, kita memutuskan ke cafe selanjutnya yaitu The Beti yang deket sama pasar malam. Di sini kafenya 24 jam lho! Desainnya rumah kayu gitu, jadi kaya ke rumah nenek jadul. Kalau mau pesen dan tanya-tanya, pake Google Translate aja soalnya mbaknya kurang bisa Bahasa Inggris. Kita pesen teh anget dan cheese pie 25.000 VND yang ternyata enak! It’s a Perfect pair sama peach ginger tea yang aku pesen.

Beli Oleh-oleh di Da Lat Night Market

Aku jalan dari The Beti untuk mengunjungi pasar malam (300meter dari cafe). Tepat di samping keriuhan pasar malem, ada toko oleh-oleh yang isinya tuh premium package gitu. Cocok banget buat ngasih oleh-oleh ke bos atau temen. Jujur aku lupa nama tokonya.

Oh ya, jangan lupa beli stroberi di sana karena rasanya enak dan manis. Banyak sih makanan streetfood gitu cuman aku agak was-was karena takut banyak pork. Aku cuman beli stroberi dan ubi bakar.

Menuju Terminal Ben Xe Lien Tinh

Setelah semua selesai, kami pun naik grabcar ke terminal bus intercity Da Lat. Kita beli tiket ke Ho Chi Minh naik Futa Bus Luxury Sleeper dengan harga 280.000 VND. Nanti ada yang mengarahkan untuk membeli tiket. Untungnya pengarah bus bisa Bahasa Inggris ya. Jadi Insya Allah mudah dan tidak kesasar wkwkwk. Oh ya, saranku kayaknya kalian bisa pilih yang duduk di kursi bawah, soalnya entah kenapa kita bertiga pada mual naik bus yang duduk di kursi atas (soalnya rute jalur jalan Da Lat- HCM meliuk-liuk). Jangan takut kelewatan juga, nanti kondektur bus bakal bangunin kita kalau udah sampai Ho Chi Minh. Soalnya mereka ada pool di setiap kota gitu, jadi bakal naik turunin penumpang.

Sampailah kita di Ho Chi Minh dengan selamat pukul 04.30 pagi. Semoga itinerary Da Lat ini membantu buat kamu yang cuman pengen sehari aja di Da Lat. Tapi kata aku sih kurang ya, harus seminggu! xixixi. Share itinerary Da Lat aku ke temen atau keluarga kamu ya!

Selamat jalan lebih jauh!

BACA : Ke Hatyai Naik Bus dari Kuala Lumpur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *