saigon
Vietnam

Itinerary Seharian di Ho Chi Minh

4 hari 3 malam buat pergi ke Vietnam itu sangat kurang. Soalnya, dua harinya dipake buat seharian di jalan. Kalau bisa sih seminggu ya hahahahha. Ini hari terakhir sebelum besok pulang ke Indonesia. Akhirnya, kita memutuskan untuk berkelana ke beberapa tempat sembari beli oleh-oleh dan makan dengan hati tenang di restoran halal. Sudah siap membaca itinerary Ho Chi Minh seharian?

Makan di Jamilah Food and Coffee Halal

Kalau ke Vietnam, jangan lupa makan pho, banh mi, dan vietnam spring roll. Makannya di daerah Ben Tanh Market karena di situ banyak restoran halal yang bisa kamu pilih. Kami pergi ke Jamilah Restoran yang konsep restorannya tuh gimana ya, ada jualan baju juga?! Apa gak bau tuh baju dagangan karena kena asep kompor?

Sudahlah, yang penting kami makan banh mi dan spring roll. Aku pesan spring roll yang tidak digoreng, sementara Mbak Nur pesan yang digoreng. Jujur, makan vietnam spring roll isi 5 dengan ukuran jumbo itu bikin kenyangggg. Banh mi yang aku pesan pun jadi aku bawa ke hotel saja.

Beli Oleh-Oleh di Ben Tanh Market

Enggak jauh dari tempat makan, tinggal nyebrang aja, ada Ben Tanh Market yang jadi tempat para pedagang jualan mulai dari baju, perhiasan, makanan, cenderamata, dan lain-lain. Kalau masuk, udah deh langsung diserbu sama pedagang yang bisa pakai bahasa Melayu. Bener-bener dah. Pasarnya penuh dengan pedagang yang jualannya hampir sama sih. Ada yang jualan kopi (banyak banget sampe wanginya ngehiliwir),

gantungan kunci, baju, magnet kulkas, dan banyak lagi. Bahkan, ada lorong yang sudah fixed price alias gak bisa ditawar. Kalau kata Mbak Nur, lebih murah beli oleh-oleh di luar pasar, xixixi. Kalau aku cuman beli kopi vietnam arabika yang dibanderol 330.000 VND/200 gram 🙂

Pacey Cupcakes Saigon

Aku menyempatkan diri ke sebuah cafe kecil yang enggak jauh dari kota. Masih bisa ditempuh sekitar 3km-an. Kalau mau ngopi kayanya agak kureng sih, soalnya dia emang fokus jualan cupcake. Rasa cupcakenya juga oke kok. Ya… enggak fail amat sih. Tadinya mau cafe hopping ke cafe kedua, cuman udah enggak sanggup agak cape, akhirnya nge-grab ke hotel aja.

Di sini kamu bisa pilih kopi juga kok, tapi ya biasa aja. Kalau cuman buat sekadar bengong sih oke banget tempatnya. Gak jauh dari sekitaran Pacey juga banyak cafe yang bisa ditempuh dengan jalan kaki. Aku beli segelas kopi dan cupcake totalnya Rp50.000-an kok. Aku bayar pake kartu BCA Xpresiku 🙂 It worked.

Saigon Post Office

Tempat ini memang touristy place sih, tapi cocok banget buat yang mau kirim-kirim kartu pos dari sini ke alamat kamu, ke temen-temen di luar negeri, atau sekadar beli perintilan lucu buat oleh-oleh. Kantor pos ini juga jadi halte pertama untuk naik bus wisata double decker. Selain megah, kantor pos ini penuh banget sama orang dan event lokal!

Naik Bus Wisata Ho Chi Minh

Tepat di depan kantor pos, ada bus wisata double decker yang nongkrong nungguin wisatawan. Bus itu bakal bawa kamu keliling kota sambil foto-foto dan ngedengerin penjelasannya dari audio. Cuman kamu harus bawa earphone sendiri deh. Aku sih enggak terlalu saranin buat naik ini siang hari soalnya panas, macet, dan kaya naik bus biasa aja hahaha. Kalau kamu pilih yang bayar 150.000 VND, kamu cuman bisa turun sekali (di mana aja) dan gak bisa naik lagi. Ada juga yang tipe bisa naik turun sesuka hati di mana aja, misalnya kamu mau turun di museum sejarah, terus mau naik bus lagi di halte tersebut, bisa banget. Aku gak tau sih harganya berapa, tapi akhirnya aku dan Mbak Nur turun di taman gitu depan Independent Palace. Kalau kamu mau ikut satu putaran, bisa kok turun sampai kantor pos lagi.

Hotel di Ho Chi Minh

Aku memutuskan untuk pesan hotel di The Hotel Nicecy. Selain berlokasi di tengah kota, hotel ini juga deket ke Ben Tanh Market dan area turis lainnya. Hotel ini memang dari depan kecil kayak ruko, tapi desainnya unik, livable, staffnya ramah dan sangat membantu, ada liftnya!

Aku pesen tipe kamar besar yang muat untuk 3 orang. Harganya sekitar 780.000VND atau lebih ya?! hahaha. Kamar mandinya oke, cukup luas untuk bertiga, lift-nya ada, lorongnya sempit. Untuk hotel tengah kota di ruko-ruko, The Nicecy cukup memuaskan!

Little Hanoi Cafe

Jangan sampai dilewatin kafe legendaris satu ini, plis. Aku ke sana naik grab bike dan drivernya lumayan bingung ya. Patokannya ada gang sebelah laboratorium klinik gitu deh, nanti kamu tinggal jalan kaki ke dalam gang. Kafe ini penuh banget sama turis dari lantai satu dan lantai dua. Mereka jualan kopi telur khasnya Vietnam. Vibesnya emang jadul tapi menunya ternyata enak. Kita beli es kopi telur dan roti bakar honey apple gitu. Harganya rata-rata 40.000-an VND ya.

The Cafe Apartment Lantai 4

Pokoknya, kamu perlu naik ke lantai 4 di gedung The Cafe Apartment yang hitsss itu. Sebelah Arabica, ada restoran vegan yang mbak-mbaknya ramah banget, makanannya porsi jumbo, dan mereka baik banget diskonin harga dengan mengurangi 3.000 VND (uang tiket naik lift ke The Cafe Apartment). Jujur kaget! Kita sampai ngasih tip ke mbak pelayannya karena dia sendirian dan satset aja gitu kerjanya.

Di sini kita pilih nasi-nasian. Rasanya enak semua! Kita gak takut makan di sini karena semua vegan alias nabati. Aku sebagai pencicip dan pencinta makanan vegan (sekaligus nyari aman), wajib sih ke sini. Satu porsinya sekitar 60.000-80.000 VND udah kenyang banget!

Ho Chi Minh Statue

Setelah puas makan malam, kamu tinggal turun saja untuk menikmati suasana kota Ho Chi Minh yang riuh dan penuh. Bakal ada pengamen yang naik level deh mulai dari pertunjukan dance, solo singer, atraksi, hingga jualan kaki lima. Terus, kamu bisa deh foto-foto di depan patung Ho Chi Minh.

FYI: Sebelumnya, Ho Chi Minh dikenal sebagai Saigon. Perubahan nama terjadi pada tahun 1976, setelah berdirinya Republik Sosialis Vietnam yang bersatu untuk menghormati mendiang pemimpin Komunis Ho Chi Minh.

Akhirnya, tibalah waktu esok kami harus pulang ke Indonesia. Malam di Ho Chi Minh pun berakhir. Buat temen-temen yang mau nanya itinerary Ho Chi Minh lebih lengkap, boleh banget di komentar atau DM aku di Instagram ya! Salam kenal 🙂

Selamat jalan lebih jauh~

BACA YUK: Itinerary dari Ho Chi Minh ke Da Lat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *