Browsed by
Category: Jawa

Toko Kopi Tuku : Oase di Tengah Padang Pasir

Toko Kopi Tuku : Oase di Tengah Padang Pasir

Mungkin cukup berlebihan membaca judul di atas. Tapi, siapa yang enggak tahu dengan Toko Kopi Tuku fenomenal di area Jabodetabek? Rasanya, ia pantas disebut oase yang memang meluluhlantahkan dahaga di tengah panas dan keringnya Jakarta atau BSD. Kalau sudah lama mengikuti saya di Instagram @fathiauqim, saya sering membagikan pengalaman menyeruput kopi di berbagai kedai Kota Bandung. Bisa dibilang, kedai kopi di Bandung sudah sangat menjamur. Layaknya Indomaret dan Alfamart: setiap tikungan ada! Teman saya pernah mengatakan, kalau ke Jakarta, coba…

Read More Read More

Ada Rindu di Stasiun MRT Jakarta

Ada Rindu di Stasiun MRT Jakarta

Setelah bertahun-tahun melewati ibukota, baru kali ini saya bisa berjalan kaki dengan bebas di trotoar besar sekitaran Bundaran HI. Pasalnya, sedari kecil, saya tumbuh dalam keluarga yang punya nenek jauh dari Kota Bandung. Nenek yang tinggal di Lebak, Banten kerap kami kunjungi di hari libur sekolah dan lebaran. Oleh sebab itu, rute menuju Lebak selain lewat Bogor, seringkali melewati DKI Jakarta. Ibukota adalah jalan utama menuju Lebak. Alhasil, gedung-gedung pencakar langit, Monas yang terlihat dari jalan raya memutar, serta mal-mal…

Read More Read More

5 Rekomendasi Wisata di Surakarta

5 Rekomendasi Wisata di Surakarta

Surakarta atau kerap disebut Solo sering menjadi destinasi pulang kampung bagi beberapa orang. Namun buatku, Jawa bagian tengah hingga timur begitu asing. Makanya, setiap ada kesempatan untuk pergi, baik bersama teman atau saudara, Jawa Tengah dan Timur, bahkan Bali adalah tujuan. Pertama kali menginjakkan kaki ke Surakarta, tidak ada kata selain ingin merebah di hotel. Tapi, karena judulnya adalah rekomendasi wisata ke Solo, nampaknya aku harus segera bergegas mengingat kembali memori di mana aku menghabiskan waktu berharga 3 hari dua…

Read More Read More

Ada Cerita dari Solo

Ada Cerita dari Solo

Solo, ia dikenalnya. Namanya sih Surakarta. Tapi, biarlah orang menyebut apa. Perjalanan tiga hari dua malam yang mengambil libur hingga empat hari ini cukup menyita waktu. Ya, mengesampingkan segala aktivitas yang dirasa perlu memunculkan rasa rindu untuk berkata, “duh, kangen liputan”. Sejatinya, kalau kalimat itu telah muncul, aku sudah cukup berlibur. Untuk mendapatkan kalimat mantra di atas, aku memerlukan izin dari dua minggu lalu supaya bisa rehat sejenak. Super random, aku bilang, karena perjalanan ke Solo bukanlah sebuah impian. Suatu…

Read More Read More