Browsed by
Category: Thought

Kok Jalan-Jalan Terus, Emang Kerjaannya Apa?

Kok Jalan-Jalan Terus, Emang Kerjaannya Apa?

Enggak satu dua orang yang bertanya, gimana caranya bisa rajin traveling. Hai hai pemirsa, ini memang pertanyaan lazim yang biasa ditanya oleh warganet. Apalagi bagi mereka yang kerap melihat media sosial kita di Instagram penuh dengan foto luar kota, luar negeri, atau di kota sendiri. Percayalah, tidak semua travel blogger atau travel instagramer bisa ujug-ujug traveling gratis atau liburan borju. Pada umumnya, warganet kerap men-generalisasi sesuatu dari media sosial dari keindahan yang ditampilkan . Tidak salah jika mereka menilai seseorang…

Read More Read More

-5 : i left my heart for you

-5 : i left my heart for you

Padamu aku titip lukaYang tidak sengaja aku simpan kemudian tebar perlahanNamun luka itu membawa sebenar-benarnya cinta antara manusia pada Tuhan-Nya Padamu aku titip rinduYang mengalir di setiap rapal doa ibumuKemudian renjana mengawang di atap langit kamarmu setiap subuh hingga malam sebelum tidurSehingga kau lupa cara menutup mata Padamu aku titip suaraDari ribuan rekam jejak pada tiap gawai-gawai kitaBelum lagi lirih yang dikemas menjadi suka dukaKemudian kita menjadi dua insan yang bersama berkelana dari satu hingga puluhan baraAku paksa lepas supaya…

Read More Read More

-9 : Why Does It happen? Because It Happens for you.

-9 : Why Does It happen? Because It Happens for you.

Banyak hal yang tak sesuai dengan harapan. Kerap menganggu, pastinya. Mulai dari waktu yang tak bersahabat, derap langkah, cuaca kota, musibah, idealisme, dan penyakit lupa. Atau juga semu yang menertawakan impian yang entah kelam di alam bawah sadar, lantas terlupa oleh kefanaan. Segelintir pertanyaan bertubi-tubi masuk ke dalam otak kemudian dirasakan oleh diri. Mengapa itu terjadi padaku? Sesuai judulnya, itu terjadi buat kamu. Gemuruh angin kencang melebihi semestinya terus melaju di saat semangat mulai goyah. Orang-orang yang dipercaya, atau seharusnya…

Read More Read More

Tentang 24

Tentang 24

Tepat satu bulan tidak menulis di sini. Rasanya bukan platform yang tepat untuk berkeluh sudah 30 hari tidak produktif di laman sendiri. Tetapi, aku masih produktif di laman orang lain : pekerjaan sendiri. Tentang 24 yang abu-abu, saat aku masih 18 tahun, bahkan masih sekolah dasar. Aku ingat, saat itu masih lari-lari di halaman sekolah SDIT Anni’mah yang dindingnya dominan berpulas abu-abu dan putih. Tak heran, baju olahragaku saat itu juga berwarna abu. Saat itu aku berpikir, bagaimana aku besar….

Read More Read More

Serangan Fajar

Serangan Fajar

Banyak sekali yang ingin aku keluhkan. Namun, rasanya tidak akan pernah sebanding dengan kesedihan rumah yang roboh dalam sekejap saat gempa menghadang. Atau ombak tinggi yang menghapus banyak nyawa. Mungkin dari kemarin, sampai hari ini. Lantas, semua harus didasari rasa syukur supaya jiwa tetap hidup dan tak dikepung mati. Dari situ, setan akan mudah membelenggu meski hati sudah sangat ingin menangis. Tak ada artinya tangisan itu pun, sebab tidak berarti dari pada tangisan anak yang ditinggal ibunya di padang pasir…

Read More Read More

Ku Temukan Kirana di Matamu

Ku Temukan Kirana di Matamu

… Acapkali menghadapi hari kian perih, kita tidak pernah sadar ada satu hal yang semakin kuat. Baik dari punggung yang semakin kokoh yang tak lagi rapuh dibasahi hujan, atau kedua kaki yang semakin kuat menopang tubuh di bawah surya, atau mungkin tangan yang menderu mesin sepeda motor sampai habis nyawanya. Semua orang mafhum kalau manusia ada angan-angan. Segala hal yang kita kira bahagia belum tentu sesuai prasangka.  Apakah kita prakirawan yang menunggu detak hujan tiba atau langit mendung seperti yang…

Read More Read More

Mimpi Melihat Aurora

Mimpi Melihat Aurora

  Aku pernah bermimpi di bawah langit dengan pendaran cahaya yang membuatnya sendu Pada sore yang kami cecap masing-masing, bersama sejumlah rasian sambil tertawa nyaring Waktu seperti berhenti meminta penjelasan masing-masing Mengapa detik harus melambat menjelang biru berganti kelabu Ada arah yang tidak menentu, aku tak pernah ambil sebab kecut Lantas ingin berlari meninggalkan sejenak tahunan jejas dan kama yang pernah menguntai pada masanya Saat itu, hampir setahun zaman berpihak Tak ayal pasti membuat damba, susah hati, dan gulana Jika…

Read More Read More

Yang lesu dan lelah.

Yang lesu dan lelah.

Kalau mereka bilang pekerjaan ini tak habis masanya. Mereka benar. Bisa pagi hari, tengah malam, atau 24 jam kau terbangun demi sebuah kalimat. Ada rasanya capai, lelah, keluh kesah, dan segala ketidaksejahteraan yang melemahkan seluruh raga. Ada. Namun bagaimana sulitnya pergi berkelana bertemu pada sudut kota, mengawal bagaiamana supaya bijaksana. Sebagian bercerita, ia terlena dengan pekerjaan yg melelahkan-dilihat orang-. Berkejaran dengan waktu atau teriakan orang kantor secara virtual. Tak akan habis pembicaraan, tak tahu pula bagaimana kesudahannya. Sebagian mundur perlahan,…

Read More Read More

Mengingat 5 Bulan Sebelum Hari Ini

Mengingat 5 Bulan Sebelum Hari Ini

25 April 2018, aku membuka kembali sengaja memori dalam kamera yang belum sempat diraba. Perlahan aku cari sudut kiri yang menanda tanggal di antara pertemuan tak menentu. Kilau itu menyirat dari bola matamu. Menerawang pada embun di dua kaca bulat yang bertengger di wajah. Mengembuskan takdir yang membuat suram di kala hujan. Kita tidak pernah berjanji. Semua terjadi seperti cepat berputar. Namun pasti, kau tidak akan pernah percaya, bahwa ada rasa yang kilat menyergap membuat aku harus mengunggah yang tersirat…

Read More Read More

Being a Journalist

Being a Journalist

Menjadi seorang wartawan ternyata bukanlah hal mudah. Kelihaian dalam mengolah kata-kata dari semrawutnya kalimat narasumber. Peka terhadap isu. Kudu kreatif setiap hari mau menulis apa. Harus kemana lagi mencari bahan supaya konten tetap ada. Berani untuk menodong perekam di tengah kepungan wartawan lain. Berani mengiyakan narasumber di jalan yang tidak mau diwawancara. Berani menyetujui mereka yang tidakmau dimintai pernyataan. Menjadi seorang wartawan bukanlah hal mudah. Bukan sekadar jalan-jalan kesana kemari. Bukan melulu soal waktu yang tidak melulu ke kantor. Bukan…

Read More Read More